Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Hippocampus

Hippocampus

Gerald Rivaldo
Sebastian Dream adalah seorang detektif polisi yang memiliki kemampuan istimewa, yaitu dapat membaca ingatan orang yang dia sentuh. Kemampuan itu didapatkan Sebastian setelah tertimpa kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya. Bersama sahabatnya, Gabe Sinaga, dan kedua bawahannya, Ibnu Fathorrohman dan Otniel Indra, Sebastian akan menyelesaikan berbagai macam kasus yang terjadi di Surabaya, sekaligus mencari pelaku yang membuatnya harus menanggung beban berat.
Thriller
106.1K viewsOngoing
Read
Add to library
Teror Rumah Warisan

Teror Rumah Warisan

adi fadhil ibnu
Reyna dan Adit yang baru saja kehilangan hartanya, terpaksa tinggal di rumah peninggalan almarhum kedua orang tua Adit. Rumah itu merupakan warisan untuknya yang pernah ia tolak. Sejak kepindahannya, berbagai hal aneka terjadi. Mulai dari Reyna yang selalu diganggu oleh makhluk tak kasat mata. Selain itu, hal aneh lainnya Adit rasakan saat para penjaga rumah tersebut bersikap tak wajar. Adit meminta bantuan sang kakak yang bernama Aldi, untuk menyelesaikan masalah yang terjadi dalam rumah itu. Namun, sebuah kenyataan pahit terungkap, jika sang kakak lah dalang dibalik semua kekacauan keluarga Adit.
Lainnya
1.9K viewsOngoing
Read
Add to library
I'm Okay(ST Seven)

I'm Okay(ST Seven)

MoonHp
"PAPA SUDAH BILANG JAGA OLIVE! TAPI KAMU TIDAK BISA MEMBUKTIKANNYA! KAMU SELALU MEMBUAT ORANG-ORANG YANG SAYA SAYANGI TERLUKA!" Perlahan Rian mulai membuka ikat pinggangnya. Ia ingat jelas ketika mendiang istrinya—Rindu tertabrak mobil, karena menyelamatkan Sina. Ia juga mengingat Lili meninggal sebab melahirkan Sina. Luka yang Rian alami tak lain dan tak bukan adalah karena Sina—anaknya sendiri. SET! Sina memejamkan kedua matanya kala ikat pinggang itu mencambuk tubuhnya. Gadis malang itu mulai terduduk dengan tubuh gemetar hebat. "Jika Olive mati, papa tidak akan pernah memaafkan kamu!" "Saya bingung, kenapa Tuhan menghadirkan kamu di kehidupan saya!" "Pertama, Lili! Kedua Rindu dan sekarang Olive?" sentak Rian pada anak itu. "Kenapa kamu harus hidup dengan membawa kesialan?!" "KENAPA BUKAN KAMU SAJA YANG MATI!" Mendengar kalimat terakhir tangis Sina pecah. Ulu hatinya tiba-tiba merasa sakit. Dadanya mendadak sesak. PLAK! SEAT! Sina tidak melawan. Ia hanya bisa meringkuk mendapat perlakuan kasar dari ayah kandungnya sendiri itu. Hanya air mata yang bisa menerjemahkan tentang seterluka apa Sina saat ini. "I'm okay." Nyatanya kata-kata itu hanyalah kalimat palsu yang sering Sina tunjukkan. Selama ini Sina tidak baik-baik saja. Ia dihujam ribuan luka dan menyimpannya sendiri. Tak ada yang baik-baik saja kala semua orang membencinya. Tak ada yang baik-baik saja saat semua orang mengharapkan kepergiannya. Sina berharap lukanya berakhir. Namun, nyatanya luka itu terus datang dan membuat luka yang lainnya ikut menganga. Sinar Rembulan redup, sebab sulit bertahan dengan luka di dalam kesendirian. Tak ada tempat baginya untuk bersandar. Tak ada manusia yang memberikannya semangat atau motivasi. Sina kehilangan arah, saat ini gadis itu sudah sampai di puncak keletihan. Lalu harus bagaimana? Mengakhiri hidupn? Atau bertahan dengan luka yang tiada akhir?
Young Adult
1012.1K viewsCompleted
Read
Add to library
Suamiku Terjerat Hubungan Terlarang

Suamiku Terjerat Hubungan Terlarang

Pelan-pelan aku berjalan menuju kamar utama. Tempat dimana aku dan Mas Ibnu selalu memadu kasih saat kami masih tinggal satu atap. Langkahku terhenti ketika mendengar suara orang sedang bercanda ria di dalam sana. Apa Jangan-jangan Mas Ibnu?
Rumah Tangga
1058.0K viewsCompleted
Read
Add to library
DOWN UNDER DOWN

DOWN UNDER DOWN

Bias Sastra
"Aku masih menjaga kamu dalam pikiranku AUSTRALIA." Haidar bangun dari tempat tidur. Mengusap wajah dan memandangi dinding kamarnya. Di sana ada brosur pendaftaran magister salah satu universitas di Australia. Sekolah yang menjadi impiannya saat ini. Namun semua itu tidaklah mudah untuk di wujudkan, bertahun-tahun ia dan ibunya berpindah-pindah rumah demi menutupi jati diri mereka. Tinggal di rumah yang reot serta makan dari hasil belas kasihan orang. Semua pekerjaan dilakukan ibunya agar dia bisa sekolah seperti anak-anak Aceh pada umumnya. "Kau anak seorang pejuang. Kakekmu juga seorang pejuang. Jangan ada air mata untuk setiap masalah yang kau hadapi." Kalimat itu yang diulang-ulang ibunya setiap kali Haidar menangis karena ejekan teman sekolah. Terpaan ibunya tiap hari membuat keteguhan hati Haidar menjadi sekuat batu. Sama seperti namanya, Ibnu Haidar. Nama ini dalam bahasa Arab artinya, si Anak Batu.
Urban
5.9K viewsCompleted
Read
Add to library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status