Obsesi Suci
Kedua gundukan lembut itu tertekan di dadaku, dan aku bisa merasakan dengan jelas bagaimana pucuk dadanya yang semula lemas perlahan menegang.
Dia akhirnya tersadar, matanya berbinar terang.
"Luar biasa ... kenapa bisa sebesar ini? Paman, apa seorang pria memang begini?"
Aku mendekatinya, aroma tubuh khas gadis muda yang hangat memenuhi indra penciumanku.
"Bagaimana, kamu suka?"
Dia mengangguk, lalu menggeleng pelan.
"Aku nggak tahu, rasanya sangat aneh. Emm ... tapi, sepertinya aku ... nggak membencinya."