Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
AMORAGA

AMORAGA

Gita mengambil ponselnya lalu memotret pesan dari Raga. "Ngapain pake di foto, sih?" "Ini langka, Ra. Saraga Imanuel? Ngirim pesan ke lo? Kalo salah kirim, sih, gak mungkin chat itu isinya nama lo-Amora." "Yaudah, sih, gak usah heboh gitu. Palingan dia iseng." Gita menggelangkan kepalanya cepat. "Enggak! Lo harus bales!"
109.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 219 kali sebagai agama om hao
Baca
+Pustaka
Boss With Benefit

Boss With Benefit

Astaga, debar-debar hangat apa ini? Sorry for typo 🖤
1020.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 756 kali sebagai agama om hao
Baca
+Pustaka
Om-Om Pilihan Papa

Om-Om Pilihan Papa

"Biasa saja." "GUE ENGGAK LAGI MUJI LO YA SETAN!" Api amarah di dalam diriku semakin membara, seolah perkataan Om Bian barusan adalah bensin yang mengalir ke dalam kobaran api. "Begitu ternyata." Dengan tenang, Om Bian menaikan kakinya.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai agama om hao
Baca
+Pustaka
Godaan Mama Muda

Godaan Mama Muda

Kara menatap Radit dengan mata bulat yang penuh keingintahuan. "Halo, Om," sapanya dengan sopan tapi malu-malu. "Halo, Kara. Bonekanya lucu. Namanya siapa?" "Sparkle!" jawab Kara dengan sedikit lebih semangat. "Nama yang bagus." Mereka berkendara ke Gardens by the Bay, taman futuristik dengan struktur pohon super besar yang ikonik. Kara bersemangat sejak turun dari mobil, langsung menarik tangan Maya dengan penuh semangat.
9.8118.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai agama om hao
Baca
+Pustaka
Godaan Papa Teman Anakku

Godaan Papa Teman Anakku

Pramusaji itu pun pergi, membawa kekesalan dari Yasmin. "Saya jadi gak enak, pak." ujar Angga, menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Santai saja Pak Angga," sahut Satrio, lalu ia kembali berkata. "Nanti saya jadikan hutang, yaa Pak Angga..." lanjutnya yang langsung mendapat tatapan tajam Yasmin. "Waaah, saya harus bayar apa nihhh??" gurau Angga.
1013.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 456 kali sebagai agama om hao
Baca
+Pustaka
Koma

Koma

Mungkinkah suara dari langit. "Woi! Gue disini." Sebuah suara keras tepat menggema ditelingaku. Aku berbalik dan mendapati seseorang yang sangat ingin kubunuh, dia adalah Oja, dengan muka yang memuakkan. Gina tersenyum kearah kami secara bergantian, kenapa perasaanku mulai enggak enak ya. Tentu sajalah kan ada Oja, gimana sih, aku ini.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai agama om hao
Baca
+Pustaka
Gemintang

Gemintang

“Nggak apa-apa, Pak,” “Nggak apa-apa, gimana? Itu wajahmu pucat gitu,” Devina memberi tanda oke dengan jarinya, namun sepertinya rasa sakitnya berbeda dengan sinyal yang diberikannya barusan. “Kamu salah makan?” “Nggak,Pak,” “Kamu nggak punya maag, kan?” Devina menggeleng. “Kamu lagi hari pertama datang bulan?” pertanyaan itu lolos dari bibir Keenan.
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai agama om hao
Baca
+Pustaka
Karma

Karma

sahut Dante. “ Aku kira kamu mau kesini besuk, shar! Kalau tahu hari ini aku minta Bibi untuk masak buat kalian” ucap Olivia. “ Tadi sekalian habis anterin Al jalan jalan dan deket pula dari sini jadi ya sudah mampir sekalian dari pada besuk” Kata Sharla. “ Al, kok tidak menyapa Om? Sini!” Finn memanggil Al yang sedang asik berada di dekat Olivia.
1014.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 333 kali sebagai agama om hao
Baca
+Pustaka
Astaga, Gairahku Diketahuinya

Astaga, Gairahku Diketahuinya

Namanya adalah "Bulan Menyinari Air" Hatiku tiba-tiba seakan tenggelam ke dasar kolam. Ketika aku melihat lebih jauh ke bawah, semuanya adalah rumor tentang bagaimana aku sudah kehilangan kesucianku di masa lalu, serta bagaimana aku menggunakan berbagai cara untuk mencapai puncak. Bahkan ada orang yang memberikan nomor teleponku. Tepat setelah melihat ini, ada panggilan aneh yang masuk. Panggilan ini bahkan membuat panggilanku dengan Winda terputus.
5.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 214 kali sebagai agama om hao
Baca
+Pustaka
Duda Tampan Sang Pemikat Hati

Duda Tampan Sang Pemikat Hati

Agam mencium punggung tangan orang tersebut dnegan sangat lembut. "Mama ngapain kesini?" tanya Agam dengan mendudukan diri disamping orang yang dia sebut Mama. "Habis belanja, terus Mama kangen sama Kamu makanya Mama mampir kesini," jelas Mama Agam yang ternyata adalah Oma Rini. Agam mengangguk, dia bingung harus menjawab apa. Oma Rini sepertinya akan menunjukan sesuatu kepada Agam. Tapi dia sadar bahwa dompetnya tidak ada di dalam tas.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai agama om hao
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status