Tak Sengaja Kutalak Istriku
ungkapku kecewa di ujung pasrah.
"Kuharap kau bisa legowo ... ikhlas menerima perpisahan ini tanpa menyimpan dendam ataupun kebencian ... demi Agam! Iya, untuk kebaikan Putra kecil kita," pungkas Mas Brian penuh wibawa.
****
"Bunda .... " panggil Agam dari kejauhan, berlari kecil menghampiriku.
"Iya, Nak," sahutku cepat, lekas menghapus bulir, tersenyum simpul menyembunyikan tangis.