Di Ranjang Majikanku
Pria itu mengambil botol air mineral dari kulkas, menuangkan ke gelas kaca, meletakkan di tepi meja dekat Binar.
"Perkenalkan, aku Arya." Pria itu mengulurkan tangan. Binar menjabat. Telapak tangannya hangat, kering, genggamannya pas.
"Binar," jawabnya singkat.
"Binar. Nama yang cantik." Arya melepaskan jabatan tangan, bersandar di sofa, menyilangkan kaki. Santai.
"Terima kasih."
"Kamu sudah lihat profil proyeknya?"