Adinda
Dengan tersenyum manis, Giyo menyerahkan segelas air tersebut pada Adinda.
“Kamu telepon siapa, Kak?” tanya Adinda setelah menerima―.
“Itu, biasa ‘si Dika,” sahut Giyo seraya membenarkan posisi duduknya.
“Buat apa, Kakak telepon dia? Memangnya apa yang harus dia kerjakan?”
“Kamu enggak perlu tahu, oh, iya, aku sampai lupa sendiri. Tadi pagi kamu apa saja sama anak itu?”
Hot Chapters