Mayat di Atas Ranjang
Bik Yanti yang tidak bisa melihat sosok Kanjeng Ratu bertanya takut-takut.
“Di ranjang yang sama pula, bapakmu itu melakoni ritualnya, menyeret paksa gadis-gadis, menyetubuhinya, dan mempersembahkan darah keperawanan mereka kepadaku.” Kanjeng Ratu berkata sembari kembali cekikikan.
“Bohong!” Hendi berteriak, hidungnya kembang kempis menahan emosi.
Bik Yanti menjadi pucat melihat reaksi Hendi yang berteriak-teriak pada udara kosong di hadapannya. “Waduh, bagaimana ini? Ah, sudahlah, masa bodo!”
Hot Chapters