Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
VERDINDA

VERDINDA

Lagu yang sama seperti kemarin. Dua puluh menit berlalu, Dinda langsung mengeringkan rambutnya. Memakai balutan kaos biru dan celana jeans pendek sebelumnya. "Kenapa gue seneng gini ya kalau diajak main sama Verdi?" "Apa gue yang terlalu ngarep sama dia?"
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai ira indigo
Baca
+Pustaka
Rindukan Dirimu

Rindukan Dirimu

Ucap Rio "Kakak setuju dengan kamu Rio" Puji kak Sasa "Yaudah kita mulai sekarang latihannya ya" Lanjut kak Sasa. (Rindukan Dirimu) Berjanjilah wahai sahabatku Bila kau tinggalkan aku Tetaplah tersenyum Meski hati sedih dan menangis Kuingin kau tetap tabah menghadapinya Bila kau harus pergi
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai ira indigo
Baca
+Pustaka
AIR MATA RINDU

AIR MATA RINDU

Aku harus buktikan jika aku bisa bahagia meski gagal menikah dengan Mas Dimas. Seorang Rindu Anjani harus bangkit lagi!. Kakiku kembali melangkah untuk meneruskan perjalanan. Tak mau datang terlambat yang akan menyebabkan bos di pabrik mengomel panjang lebar. Tak memerlukan banyak waktu, kakiku kini sudah berhenti di depan pagar yang cukup tinggi. Ya, pabrik roti. "Selamat pagi, Dek Rindu."
1013.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 543 kali sebagai ira indigo
Baca
+Pustaka
Blue Flame

Blue Flame

Rohana kembali bekerja, menyiram satu per satu tanaman dengan hati-hati. Saat akhirnya sampai di mawar hitam itu, ia mendekat untuk melihat lebih jelas. Warnanya begitu pekat seolah menyerap cahaya di sekitarnya. Indah, namun membawa aura ganjil, nyaris mengancam. Lalu ia melihat sesuatu. Noda merah gelap menempel di kelopak bagian dalam. Detak jantungnya berdetak lebih cepat. Ia menunduk lebih dekat, memastikan.
648 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai ira indigo
Baca
+Pustaka
Renjana

Renjana

Eh Nina malah tertawa, tapi emang ajaib tuh setan, setelah kami balik semua barang rapi, layaknya tidak terjadi apa-apa, padahal sebelumnya seperti kapal pecah, sejak kejadian itu aku dan Ida tidak pernah meragukan Irine, si anak Indigo. ★★★★★★★★★★★★★★★★★★★ “Duuh panasnya, ngapain sih panas-panas gini kita di kumpulin ditengah lapangan,” keluh Ida. “Buat jemur kamu, Da, kamu kan putih jadi biar agak item dikit, biar eksotis gitu, sawo matang,” jawabku bercanda.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai ira indigo
Baca
+Pustaka
Gantari

Gantari

Semua berubah ketika aku menyentuh kayu itu, adonan jenang yang tadinya berwarna coklat berubah menjadi merah pekat dan baunya sangat anyir. "Bu, ini jenang dodolnya kenapa seperti darah?" "Itu memang darah."
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai ira indigo
Baca
+Pustaka
Payung Merah

Payung Merah

Nada suara Axel sudah kembali datar. "Aku setuju. Urusan di sini biar aku yang tangani." "Kau memang selalu bisa ku andalkan, Rei," tutur Axel. "Terima kasih," Reiden tersenyum, "lalu kau berencana berlibur kemana kali ini?" sambung Reiden. "Aku ingin mendaki gunung tertinggi yang North Carolina miliki." "Kedengarannya menyenangkan," Reiden berkomentar.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai ira indigo
Baca
+Pustaka
Rindu Yang Terpendam

Rindu Yang Terpendam

Segera ia menghapus air matanya dan merapikan kembali pakaiannya. Namun belum sempat dr.Rayan menjawab pertanyaan mamanya, tiba-tiba seorang perawat menghampiri mereka. "Maaf dr.Linda, di ruang IGD ada seorang gadis yang bernama Zahra mengalami memar dan luka di sekujur tubuhnya, dr.Adam lagi tidak ada di tempat jadi kami mohon bimbingan dari dr.Linda." Ucap perawat itu yang ternyata adalah mahasiswa yang sedang magang di rumah sakit ini.
106.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 203 kali sebagai ira indigo
Baca
+Pustaka
Kuranji

Kuranji

Setiap orang juga menghidu aroma dari plakat tersebut. Sudah menjadi rahasia umum, hanya Perguruan Pedang Emas yang menggunakan plakat tanda pengenal dari kayu gaharu. Plakat yang dicat dengan warna hitam dan diukir dengan tinta emas menunjukkan bahwa pemegang plakat tersebut merupakan keturunan langsung dari pendiri Perguruan Pedang Emas. Murid dari kalangan masyarakat umum biasanya mengantongi plakat dengan warna alami kayu gaharu dan diukir dengan tinta perak.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai ira indigo
Baca
+Pustaka
Rindu yang Terluka

Rindu yang Terluka

RINDU YANG TERLUKA - Satu Hari di Santera Pagi yang dingin. Kabut masih tampak pekat saat jendela di buka. Ika merapatkan jaketnya, berdiri di dekat jendela ruang tengah. Di mana dia tidur berjajar dengan Irene dan anak-anak di atas springbed lantai yang dibentang di ruang tengah. Sedangkan Radit tidur di kursi ruang tamu. Pak Farhan dan Bu Tiwi tidur di kamarnya Noval.
9.9188.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.0K kali sebagai ira indigo
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status