Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
My Husband Lied About My Pregnancy to Adopt His Illegitimate Child

My Husband Lied About My Pregnancy to Adopt His Illegitimate Child

At three months pregnant, I was diagnosed with an ectopic pregnancy. My husband, a doctor, was overwhelmed with worry, pulling every string he could to arrange surgery and remove the baby. "As long as you're okay, it doesn’t matter if we don’t have our own child. We can always adopt. I can't lose you, Evelyn!" Heartbroken, I blamed myself for being useless, for failing to carry our child, and for disappointing my husband. But then, I accidentally saw his chat messages with another woman on the phone. "Don’t worry, I already told her she had an ectopic pregnancy." "I’ll have her sign the adoption papers soon, then find a way to bring you into our home." "Asher is my only son. I will make sure he inherits everything I have!" That was when I realized that the husband I loved so deeply had long since built another family behind my back.
Baca
Tambahkan
Rising Above Scandal

Rising Above Scandal

I secured a big deal for the company and was promoted to manager. However, I overheard my boss' secretary gossiping in the pantry, saying that I was brainless and only got where I was by using my body. I was so angry that I wanted to report it to the police. Surprisingly, her husband stopped me and forced his wife to bow and apologize to me, begging for forgiveness. Things got worse on the next day. Someone shared my inappropriate photos in the company group chat along with records of me supposedly checking into a hotel with a man. My colleagues looked at me with contempt, as if they all knew what was happening but refused to speak up. Even my boss fired me, saying I had moral issues. My husband immediately divorced me when he found out, took our daughter away, and left me with nothing. Neighbors pointed fingers and whispered about me. I was so overwhelmed that I lost my senses and was killed by a car crash. When I opened my eyes, I returned to the day I was promoted.
Baca
Tambahkan
Ang Pagbuko sa Impostor

Ang Pagbuko sa Impostor

Ikakasal na ang pinakapopular na babae sa amin noong high school. Inimbitahan niya ang lahat sa aming klase para sa kaniyang kasal. Gusto kong kumilos na parang hindi ko nakita ang message na ipinadala niya sa akin pero walang tigil niya akong tinag sa group chat. “Nagkunwari kang mayaman gaya ko noong high school, pero hindi kita masisisi sa ginawa mo. Sa totoo lang, iniimbitahan kita sa kasal ko bukas para makita mo kung paano maging isang tunay na mayaman.” Agad na nagsalita ang iba naming mga kaklase. “Napakabait mo talaga, Haley. Kaya hindi na ako magtataka kung paano mo nagawang pakasalan ang isang miyembro ng pamilya Baumer. Hindi ako makapaniwala na mapapatawad mo ang isang materialistic na kagaya ni Emma!” “Ano ba ang deserve ng isang kagaya ni Emma Larkin para makaattend sa kasal ni Haley? Masyado siyang mayabang.” Habang tumitindi ang mga pangiinsulto, umabante si Haley Stockwell para mapanatili ang kapayapaan sa chat. “Sige na, kalimutan na natin ang mga hindi maganda nating nakaraan. Hindi na ako naaapektuhan sa mga ito dahil masyado nang matagal mula noong mangyari ang mga iyon. Anyway, huwag na tayong maghinanakit kay Emma dahil masyado na itong mahirap at pangit.” Walang tigil na umulan ang mga papuri sa kaniya ng lahat sa group chat habang tinatawag siya ng ilan sa amin na mabait at inosente. Napasinghal ako sa aking nakita. Si Haley ang babaeng nagkukunwaring mayaman sa amin—ako ang tunay na tagapagmana ng isang mayamang pamilya pero pinalabas pa rin niya na sinungaling ako. Ginawa niya akong target ng mga pangiinsulto ng lahat. Tiningnan ko ang digital wedding invitation para makitang gaganapin sa aking villa ang kaniyang kasal. Mukha ring pamilyar ang kaniyang groom—hindi ba’t ito ang driver ng aking asawa? Ngumiti ako nang maisip ko ang mangyayari. Sumagot ako sa chat ng, “Sige! Kailangan kong umattend ng kasal mo!”
Baca
Tambahkan
Takdir Istri Kedua: Di antara Benci dan Cinta

Takdir Istri Kedua: Di antara Benci dan Cinta

Prisma
Anasera Renjani, cleaning service sederhana, tak pernah menduga hidupnya akan berubah drastis saat menerima tawaran dari Zayn Renola Wiratama, CEO perusahaan tempatnya bekerja. Terpaksa menikah karena keadaan yang mengimpitnya, Anasera mengira tugasnya hanya melahirkan anak Zayn. Namun, kenyataan jauh lebih rumit. Di balik sikap dingin suaminya, tersembunyi rahasia kelam yang tak pernah ia duga. Semakin dalam Anasera menyelami kehidupan barunya, semakin banyak pertanyaan yang muncul. Mengapa Zayn menikahinya? Apa arti tatapan penuh kebencian dari suami dan mertuanya? Di tengah kebingungan dan perlakuan tak bersahabat, Anasera bertekad mengungkap kebenaran. Namun, akankah pencarian ini membawanya pada jawaban yang ia harapkan, atau justru membuka kotak Pandora yang lebih berbahaya?
Rumah Tangga
101.8K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
RANIA

RANIA

cungil191
" Apa benar kamu hamil " Hening Tidak ada jawaban dari Rania " JAWAB AYAH RANIA, APA BENAR KAMU HAMIL?" Tanya suryono dengan nada yg membentak Rania terlonjak, apa yg dia takutkan akhirnya terjadi, bangkai yg dia tutupi sudah tercium. Dia mengepalkan tangan menahan rasa sesak yg menghimpit dadanya, rania enggan berbicara kepada ayahnya, dia takut. Rania pun memejamkan matanya menahan isakan yg terus menerus ingin di lepaskan. "Siapa orang yg menghamilimu?" Tanya surya kepada Rania yg hanya diam sedari tadinya. " JAWAB AYAH RANIA" " Baiklah jika kamu tidak mau menjawabnya, biar ayah yg carikan ayah untuk janinmu " Ujar surya dengan nada dinginnya. Rania mendongakkan kepala menatap lurus ayahnya yang juga sedang menatapnya.
Historical
105.1K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Mengejar Restu Tuhanmu

Mengejar Restu Tuhanmu

Aisah Amanda
Di Bandara..... "aku dan kamu berbeda, Rin, kita berdua hanya di takdirkan untuk saling mencintai, tapi tidak saling memiliki." ucap Zeyna yang mengucapkan salam perpisahan pada Rin di hadapan pria itu secara langsung. "kalau begitu, biar aku yang mengubah takdir itu, aku akan mengubahnya demi dirimu, Zeyna." ucap Rin. Zeyna menggelengkan kepala nya sebagai jawaban untuk Rin agar berhenti. "cukup Rin, jangan sakiti dirimu lebih jauh lagi, pertemuan kita, murni sebuah takdir untuk sebuah pengalaman saja, bukan untuk bersama. kau milik tuhanmu, dan aku milik tuhanku, kau tidak bisa merebutku dari tuhanku, begitupun denganku." Rin ingin memegang tangan Zeyna, tapi dengan sigap Zey mundur dan menghindari Rin. Zeyna tersenyum, "senang bisa berkenalan dengan mu Rin, dan terima kasih sudah mencintaiku dengan tulus." Zeyna berbalik manarik kopernya dan pergi meninggalkan Rin. air mata terus membasahi pipi Zeyna, kepergiannya sungguh membuatnya sangat sakit. tapi jika terus menetap, maka rasa sakitnya akan sangat luar biasa. ***** Zeyna Arsyilla Savina, seorang wanita muslimah dengan paras cantik dan anggun. menyukai hal hal baru, seperti tempat tempat baru. Zeyna seorang gadis penuh dengan petualangan. sampai di mana dia memilih merantau ke tempat kakak ayahnya, di jepang, harinya berjalan dengan sangat baik, memiliki teman teman yang baik, dan lingkungan yang baik. tapi semua itu perlahan terbatasi saat dia bertemu dengan seorang pria bernama, Rin Kiyotaka. pria yang berhasil mengetuk pintu hatinya akan tetapi, dinding yang sangat sangat besar menghalangi cinta mereka. Akankah Rin dan Zeyna bersama? atau mereka lebih memilih untuk berpisah dan memendam cinta mereka dalam dalam, dan mengikuti alur dari keluarga masing masing?
Young Adult
1.1K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Adikku Merebut Posisiku di Altar Pernikahan

Adikku Merebut Posisiku di Altar Pernikahan

Pada hari yang seharusnya menjadi hari pernikahanku, pengantinnya malah bukan aku. Upacara yang sudah kutunggu selama lima tahun berubah menjadi lelucon ketika Valentina, adik perempuanku, melangkah menyusuri lorong marmer dengan gaun pengantin putih. Lengannya melingkar di lengan Luca, pria yang seharusnya berdiri menungguku di altar. "Maafkan aku, Bianca," kata Valentina pelan. "Tapi hari ini kamu bukan lagi pengantinnya." Kemudian, dia menyentuh perutnya, matanya berkilat penuh kemenangan. "Aku hamil anak Luca." Kata-katanya meledak di dalam kepalaku dan seluruh duniaku seolah-olah mendadak sunyi. Seakan-akan takut aku tak akan memercayainya, dia mengangkat sesuatu yang mengilap ke arah cahaya. Gambar USG hitam putih. Tertulis jelas, usia kehamilan 12 minggu. Mataku terasa panas dan perih. Dengan mata berkaca-kaca, aku menoleh ke arah Luca, mati-matian mencari apa pun. Penyangkalan, penjelasan, ataupun penyesalan. Namun, dia hanya menghela napas, lelah dan pasrah. "Bianca, aku minta maaf," katanya tak berdaya. "Valentina nggak punya banyak waktu lagi. Pernikahan ini ... adalah permintaan terakhirnya." "Aku akan menebusnya," tambahnya. "Kita bisa mengadakan pernikahan lain nanti." Ayahku, Moretti, berdiri di belakangnya dengan ekspresi dingin yang sama seperti yang selalu dia tunjukkan sepanjang hidupku. Aku tak pernah melihatnya tersenyum kepadaku, bahkan sekali pun. "Bianca," katanya tajam. "Adikmu sekarat. Biarkan dia yang menikah hari ini." Kakak laki-lakiku mengangguk tanpa mengatakan sepatah kata pun, seolah-olah itu sudah cukup sebagai jawaban yang tegas. Sepanjang hidupku, mereka selalu memilih dia. Air matanya, keinginannya, kebutuhannya, semuanya lebih penting daripada aku. Hari ini pun tidak berbeda. Sesuatu di dalam diriku ada yang retak. Baiklah. Jika tak ada seorang pun di keluarga ini yang peduli padaku, aku akan pergi.
Cerita Pendek · Mafia
6.6K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Lost Child of Hide and Seek

Lost Child of Hide and Seek

When I got home, I received dozens of voice messages from a parent. They had been sent in the group chat with other parents of children in the same kindergarten class as my daughter, Lily. [Ms. Channing, didn't I tell you that my daughter is allergic to furry toys? Why did you allow that boy, Sparky, to give my daughter a hugging bear?] Ms. Channing quickly denied this. No child called Sparky had ever studied in the kindergarten. Another parent was also furious about this. [How can you claim that? My son said Sparky would always force him to play hide-and-seek. If he refuses, Sparky would grab his hair!] I quickly asked Lily what this was about. Lily took out a hugging bear from behind her back and told me about it. [Ms. Channing can't see Sparky. Only smart children can see him. Sparky is a little boy with red eyes. Every child who plays hide-and-seek with Sparky will get a hugging bear.]
Baca
Tambahkan
La Dulzura de la Traición

La Dulzura de la Traición

La chica que Iván Herrera mantenía volvió a buscarme para hacer una escena. —De verdad amo demasiado a Iván… ¿no podrías dejar que se quede conmigo? Él, sentado a un lado, no dijo nada. Solo me envió un mensaje: «Dile que sí, solo hazle creer que tiene una oportunidad.» Le seguí la corriente. Y, en silencio, empecé a empacar mis cosas para dejar la casa que compartíamos. Al salir, escuché las burlas de sus amigos. —Vaya, sí que es obediente la «esposa». Entonces si le pides que pierda al bebé, ¿también lo haría? Iván alzó las cejas, con calma. —¿Apostamos? —Yo digo que en una semana estará llorando frente al hospital… pero lo hará. Yo no dije nada. Solo abrí otro chat, leí el último mensaje: «¿Quieres casarte conmigo?» Y respondí: «Sí.»
Baca
Tambahkan
Prescription for Mistress Trouble

Prescription for Mistress Trouble

I had been in a relationship with Zachary Dawson for seven years and engaged for three when, out of the blue, Ruby White, the daughter of his mentor, moved into our home. Sitting casually on the bed that Zachary and I shared, Ruby lounged with an air of nonchalance, her voice playful and teasing. "Zachary, the dental god, sure has a nice bed," she remarked with a smirk. "I can only imagine what it would be like to spend the night with him in this bed." I captured the scene on my phone and sent the video to our family group chat with a brief message: Looks like Zachary might have a new girlfriend Zachary rushed home, wrapping his arms protectively around a tearful Ruby. He pointed at me, his voice seething with anger. "My mentor's dying wish was for me to take care of Ruby! If you can't accept that, then move out!" Honestly, my brows furrowed deeper than the wrinkles on the bedsheets Ruby had sat on. Fine. I didn't need the bed, and I didn't need a fiancé anymore.
Cerita Pendek · Romance
20.3K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
2324252627
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status