Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Harta Dan Cinta, Kurelakan Demi Berpisah

Harta Dan Cinta, Kurelakan Demi Berpisah

Demi bisa bercerai dengan Ravin, aku bahkan mengajukan keluar tanpa membawa apa pun, termasuk tidak meminta anakku yang baru berusia tiga tahun. Saat melihatku mengenakan pakaian lama sebelum menikah, Ravin sempat tertegun, lalu mencibir. "Kenapa? Bahkan pewaris yang mati-matian kamu lahirkan itu juga sudah nggak kamu inginkan? Aktingmu jangan terlalu berlebihan. Hati-hati nanti semuanya malah jadi kenyataan!" Setelah menandatangani surat perjanjian itu, aku mendorongnya ke hadapannya. "Tenang saja, ini bukan akting." Ravin menatapku dengan heran sesaat, sebelum akhirnya menandatangani surat itu juga. "Tumben sepatuh ini. Baiklah, aku akan bermurah hati dan mengizinkanmu tetap datang menjenguk anak." Dia meletakkan pena, lalu menatapku dengan tatapan penuh selidik. "Kalau nyesal nanti, selama kamu memohon padaku, kita bisa saja ru ...." Aku memotong ucapannya, lalu langsung berdiri dan pergi. Ravin selalu mengira aku memanfaatkan utang budi supaya bisa menikah dengannya dan mengincar kekuasaan mafia, bahkan mati-matian melahirkan anak laki-laki untuk mewarisi keluarga. Namun, setelah dia tahu aku sudah mati, dia tidak akan salah paham lagi.
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai kasih tuhan tetap abadi
Baca
+Pustaka
Cinta yang Tepat Untuk Orang yang Pantas

Cinta yang Tepat Untuk Orang yang Pantas

Menjelang malam pernikahan, pacarku mengirim pesan kepada cinta lamanya. [ Orang yang selalu ingin kunikahi, tetap hanya kamu. ] Hari pernikahan semakin dekat. Aku melihatnya sibuk ke sana kemari, menyiapkan segalanya sesuai dengan selera cinta lamanya. Aku membiarkannya begitu saja. Sebab, aku tidak lagi menginginkan pernikahan ini ... ataupun dirinya.
12.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 378 kali sebagai kasih tuhan tetap abadi
Baca
+Pustaka
Pena Ibu, Perengut Hidupku Selama 9 Tahun

Pena Ibu, Perengut Hidupku Selama 9 Tahun

Aku dan adikku adalah anak kembar, tetapi aku lebih berat 800 gram darinya. Sejak kecil, adikku lemah dan sering sakit, sedangkan aku aktif dan lincah. Saat berusia empat tahun, dia didiagnosis penyakit darah. Ibu menyalahkanku. Dia mengatakan aku merebut nutrisi milik adikku saat di kandungan, jadi aku harus mengembalikannya. Saat pertama kali diambil darah, jarumnya sangat besar, aku sangat ketakutan. Ibu menyuruhku tidak perlu takut. Dia memberiku sebuah pena ajaib. Katanya, keinginan yang ditulis dengan pena itu akan menjadi kenyataan. Aku menulis "tidak sakit". Saat jarum kembali ditusukkan, Ibu membelikanku permen lolipop yang manis dan sepertinya benar-benar tidak terasa sakit. Namun kemudian, saat berusia lima tahun, aku menggambar kue stroberi dengan pena itu. Alhasil, darahku malah diambil satu liter. Minggu itu, adikku pun sudah bisa duduk dan bermain. Usia tujuh tahun, aku menulis ingin pergi berlibur. Keesokan harinya, aku malah didorong ke ruang operasi untuk diambil sel pembentuk darah, sementara pipi adikku untuk pertama kalinya tampak merona. Saat berusia delapan tahun, aku menulis ingin tetap menjadi peringkat satu tahun depan, tetapi sehari sebelum ujian, sumsum tulangku diambil. Di sisi lain, adikku akhirnya keluar dari rumah sakit, mengenakan gaun baru yang belum pernah kumiliki. Pada usia sembilan tahun, tubuhku sudah sangat terkuras. Dengan tangan gemetar, aku menulis satu kalimat yang miring dan tidak rapi. [ Semoga di kehidupan berikutnya, aku tidak menjadi anak Ibu. ]
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai kasih tuhan tetap abadi
Baca
+Pustaka
Kebersamaan Tanpa Cinta

Kebersamaan Tanpa Cinta

"Bibi, dulu kita sudah sepakat waktunya sepuluh tahun. Sekarang masa itu sudah habis, aku ingin bawa Adele pergi. Tante tahu sendiri, dia memang nggak pernah menyukai Adele sejak awal." Di ruang teh, Amanda mengucapkan kata-kata itu dengan ekspresi getir. Dia sudah hidup bersama Arga selama sepuluh tahun, tapi selama itu pula dia tak pernah berhasil menghangatkan hati pria itu. Hingga suatu malam ketika Arga mabuk, dia menindih Amanda di ranjang. Di bawah pengaruh nafsu, mereka bermesraan hingga Amanda hamil. Setelah kejadian itu, Arga memberinya sebuah vila dan mengizinkannya melahirkan anak itu. Satu-satunya syarat adalah anak itu tidak boleh memanggilnya ayah. Di hadapan publik, Arga tetaplah pria lajang. "Aku nggak mungkin menikahimu, lupakan saja. Aku akan kasih uang untuk biaya hidup anak itu, tapi jangan harap aku akan mengakui statusnya. Bagiku, anak itu nggak pernah ada."
31.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 917 kali sebagai kasih tuhan tetap abadi
Baca
+Pustaka
Suamiku Menjadi Ayah Anak Orang Lain

Suamiku Menjadi Ayah Anak Orang Lain

Di acara perayaan hari keluarga taman kanak-kanak, suamiku Gaius beralasan ada urusan kantor dan bahkan menyuruhku dan putri kami untuk tidak ikut menghadirinya. Melihat wajah kecewa putriku, hatiku terasa sakit. Akhirnya, aku memutuskan untuk pergi sendiri bersamanya. Saat baru sampai di taman kanak-kanak, aku melihat Gaius sedang menggendong seorang anak laki-laki di satu tangan, sementara tangan lainnya menggandeng Sunlina, teman masa kecilnya. Mereka terlihat seperti keluarga kecil yang bahagia, berbincang dan tertawa bersama dengan akrab. Saat melihat diriku dan putri kami, Gaius mengerutkan dahi, lalu buru-buru melepaskan tangan Sunlina. "Jangan salah paham, Yuri. Sunlina itu ibu tunggal dan membesarkan anaknya sendirian. Hari ini ulang tahun anaknya yang kelima, jadi dia hanya ingin anaknya merasakan kasih sayang seorang ayah." Aku menatapnya dengan tatapan penuh arti, lalu berjongkok dan menggenggam tangan putriku, berkata, "Sayang, ayo panggil om."
15.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 569 kali sebagai kasih tuhan tetap abadi
Baca
+Pustaka
Bintang Yang Menyandang Namamu

Bintang Yang Menyandang Namamu

Pada hari peringatan tujuh tahun pernikahan kami, sebuah berita mendadak menjadi trending topic di media sosial. [Sebuah bintang, penemuan terbaru di bidang astronomi negara kita, resmi diberi nama ‘Bintang Laras Yunita’ pagi ini.] Tak lama kemudian, unggahan lanjutan muncul, dan pemilik akun itu adalah suamiku, Indra Rahmanda. [Aku gelarkan satu bintang ini dengan namamu. Meski berada di jagat raya, kamu takkan pernah sendirian.] Di kolom komentar, adik tingkat suamiku meninggalkan jejak yang mencolok. [Romantisme yang seharusnya bersifat pribadi justru kamu umumkan ke dunia. Terima kasih, Kak Indra. Aku sangat bahagia.] Aku sudah tidak lagi seperti dulu—menghubunginya bertubi-tubi, menuntut penjelasan, dan memaksanya memberi jawaban. Setelah tujuh tahun terjerat dalam pertengkaran di hubungan ini, aku benar-benar lelah.
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai kasih tuhan tetap abadi
Baca
+Pustaka
Cintanya Berlabuh Pada Penggantiku

Cintanya Berlabuh Pada Penggantiku

Aku adalah cinta pertama Warren, tetapi dia justru jatuh cinta pada penggantiku. Menjelang hari pernikahan, aku menemukan ponselnya dipenuhi dengan foto gadis itu. Gadis itu punya 70 sampai 80% kemiripan denganku, tampak polos dan ceria. Aku tidak ragu, langsung menyerahkan ponsel itu kepadanya. "Pernikahan kita masih jadi?" Warren terdiam lama, lalu menghapus kontak wanita itu di depanku. "Thalia, aku akui pernah tergoda padanya, tapi itu hanya karena dia mirip kamu." Demi dia, aku melawan keluargaku selama tiga tahun. Sekarang, untuk menyerah pun aku tak sanggup. Maka upacara pernikahan tetap berlangsung seperti biasa. Saat dia menerimaku dari tangan ayahku, dia bahkan menangis tersedu-sedu. Namun, tepat saat pertukaran cincin, dia menerima sebuah undangan pernikahan. [ Selamat atas pernikahanmu. Semoga kita sama-sama bahagia dengan pernikahan kita. ] Warren langsung panik, melepaskan tanganku, dan berlari pergi. Aku berdiri di belakangnya, berkata dengan tenang, "Warren, kalau kamu berani pergi, hubungan kita berakhir." Dia ragu satu detik, tetapi tetap meninggalkanku di hadapan semua tamu.
794 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai kasih tuhan tetap abadi
Baca
+Pustaka
Di Ujung Kabut Itu, Dia Tak Kembali

Di Ujung Kabut Itu, Dia Tak Kembali

Di tahun ketiga pernikahan Marissa Pranaya dan Arka Kivandra, ada sebuah kabar baik. Akhirnya, Marissa bisa meninggalkan laki-laki itu. "Satu bulan lagi kakakmu akan pulang. Selama sebulan ini, teruslah berpura-pura menjadi dirinya dengan baik." Di ujung telepon, suara Bu Elvira Pranaya terdengar dingin seperti biasanya. "Setelah semua ini berakhir, aku akan kasih kamu 60 miliar, agar kamu bisa menjalani hidup yang kamu mau." "Aku mengerti," jawab Marissa pelan, suaranya tenang bagaikan air yang tiada bergelombang. Setelah menutup telepon, Marissa menengadah, menatap foto pernikahan berukuran raksasa yang terpajang di dinding.
11.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 416 kali sebagai kasih tuhan tetap abadi
Baca
+Pustaka
Patah Hati Jam 4 Pagi

Patah Hati Jam 4 Pagi

Pukul 4 pagi, suamiku, Arvian, membangunkanku dengan lembut. Suaranya lembut, "Elisa, sayang, bisakah kau melakukan sesuatu untukku?" Tapi kata-katanya berikutnya menghancurkan semua harapan. "Selina lapar. Buatkan dia sup ikan." Selina adalah pembantu kami, dan dia juga selingkuhan Arvian yang sedang hamil. "Aku baru saja mendapat ikan yang segar. Pergi ke dapur dan buatkan semangkuk sup untuknya. Khusus untuk pewaris Keluarga Mahendra." Aku menolak dengan suara yang dingin. Amarahnya pun menyala dalam sekejap. "Jangan keterlaluan, Elisa." "Apa membuat sup itu terlalu sulit bagimu?" Aku menggeleng dan tetap diam. Tangannya mengusap pipiku, dan senyum merendahkan tersungging di bibirnya. "Baiklah, Elisa. Jadi kau sudah berani menentangku sekarang." "Pikirkan baik-baik, Elisa. Apa kau benar-benar ingin tetap menjadi bagian dari Keluarga Mahendra?" "Dan posisi sebagai pengacara keluarga? Pikirkan apa kau masih menginginkan semua itu... lalu beri aku jawabanmu." Melihat kesombongan di matanya, sisa cinta terakhirku padanya pun lenyap. Aku mengeluarkan ponsel dan menekan nomor yang sudah lama tak kuhubungi. "Aku ingin keluar dari Keluarga Mahendra."
4.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai kasih tuhan tetap abadi
Baca
+Pustaka
Salju Turun, Kita Tak Menua

Salju Turun, Kita Tak Menua

Di hari ulang tahun pernikahan kami, pada saat ledakan terjadi di aula, Kenan malah menyelamatkan cinta lamanya yang datang untuk menantangnya. Sedangkan aku tidak di sana karena sedang melakukan operasi darurat. Saat aku kembali bertemu Kenan, ia sudah menjadi sosok yang berlumuran darah dan tak sadarkan diri di atas meja operasi. Setelah kejadian itu, ada yang bertanya mengapa ia rela mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan orang yang tak ada hubungannya dengannya. “Karena istriku adalah malaikat berbaju putih yang menyelamatkan nyawa. Dia pasti tidak akan menyukai pria pengecut.” Orang-orang pun terharu mendengarnya. Namun di saat ia paling mencintaiku, aku memilih mundur dalam diam, pergi tanpa suara. Sebulan kemudian, di upacara pelepasan tim medis internasional, seorang wartawan mewawancaraiku. “Dokter Jennie, apa hal yang paling tidak sesali dalam perjalanan karier Anda?” Aku menatap kamera dan menjawab dengan tenang, “Meski tahu suamiku menahan gelombang ledakan demi cinta lamanya, aku tetap berdiri di meja operasi dan menyambung kembali tulang-tulangnya yang patah dengan tanganku sendiri.”
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai kasih tuhan tetap abadi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
3233343536
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status