Mag-log inDemi bisa bercerai dengan Ravin, aku bahkan mengajukan keluar tanpa membawa apa pun, termasuk tidak meminta anakku yang baru berusia tiga tahun. Saat melihatku mengenakan pakaian lama sebelum menikah, Ravin sempat tertegun, lalu mencibir. "Kenapa? Bahkan pewaris yang mati-matian kamu lahirkan itu juga sudah nggak kamu inginkan? Aktingmu jangan terlalu berlebihan. Hati-hati nanti semuanya malah jadi kenyataan!" Setelah menandatangani surat perjanjian itu, aku mendorongnya ke hadapannya. "Tenang saja, ini bukan akting." Ravin menatapku dengan heran sesaat, sebelum akhirnya menandatangani surat itu juga. "Tumben sepatuh ini. Baiklah, aku akan bermurah hati dan mengizinkanmu tetap datang menjenguk anak." Dia meletakkan pena, lalu menatapku dengan tatapan penuh selidik. "Kalau nyesal nanti, selama kamu memohon padaku, kita bisa saja ru ...." Aku memotong ucapannya, lalu langsung berdiri dan pergi. Ravin selalu mengira aku memanfaatkan utang budi supaya bisa menikah dengannya dan mengincar kekuasaan mafia, bahkan mati-matian melahirkan anak laki-laki untuk mewarisi keluarga. Namun, setelah dia tahu aku sudah mati, dia tidak akan salah paham lagi.
view morePemakamanku menjadi upacara pemakaman paling megah dalam seratus tahun sejarah Keluarga Sirait. Seluruh kediaman dipenuhi mawar putih, bunga yang paling kusukai semasa hidup. Sayangnya, saat aku masih hidup, aku tidak pernah sekali pun menerimanya.Ravin berdiri di samping peti kristal es yang dibuat khusus untukku dengan biaya sangat besar. Selama beberapa hari, dia sama sekali tidak beristirahat hingga tubuhnya menjadi sangat kurus.Pendeta membacakan ayat kitab suci dengan khusyuk. Tiba-tiba, seorang bawahan berlari masuk sambil membawa sebuah dokumen."Tuan ... perwakilan Madam semasa hidup mengirimkan surat wasiat beliau. Katanya ... Madam minta agar surat ini dibacakan saat pemakaman."Ravin langsung merebut dokumen itu, lalu membukanya dengan tergesa-gesa dan melihat tulisan tangan yang sangat dikenalnya itu.Itulah hadiah terakhir yang kutinggalkan untuk Ravin sebelum kematianku. Semakin dia membaca, rona wajahnya perlahan menghilang sampai akhirnya berubah menjadi abu-abu puca
Saat Ruka diseret masuk oleh dua pengawal, dia masih terus berteriak, "Lepaskan aku! Aku putri Keluarga Harahap! Aku calon nyonya Keluarga Sirait!"Ravin duduk di sofa dengan aura mengerikan menyelimuti tubuhnya. Seluruh dirinya tampak seperti iblis yang baru keluar dari neraka."Calon nyonya Keluarga Sirait?" Dia tertawa pelan tanpa sedikit pun kehangatan dalam suaranya. "Ruka, dengan memanfaatkan kepercayaanku, kamu diam-diam menyakiti orang yang paling berarti bagiku. Apa kamu merasa sangat puas?"Jantung Ruka langsung berdebar keras. Dia memaksa diri tetap tenang, lalu mengeluarkan beberapa tetes air mata."Kak Ravin, apa yang kamu bicarakan? Apa Noah mengadukanku? Luka di tubuhnya itu karena berkelahi dengan anak-anak lain. Dia takut dimarahi, jadi malah menyalahkanku!"Dor! Suara tembakan menggema. Peluru melesat menggesek pipi Ruka, lalu menghancurkan pajangan di belakangnya.Ruka ketakutan sampai ambruk ke lantai. Pipi yang tergores terasa panas dan perih."Karena berkelahi?" R
Ravin membawa jasadku kembali ke kamar kami. Dia membaringkanku di atas tempat tidur, lalu merapikan selimutku dengan hati-hati."Tutup gordennya. Ellen nggak bisa tidur kalau terlalu terang." Dia memberi perintah pada para pelayan dengan suara pelan, seolah-olah takut membangunkanku.Kemudian, dia duduk di sisi ranjang tanpa bergerak sedikit pun, terus menatapku. Seakan-akan kalau dia menatap cukup lama, aku akan tiba-tiba membuka mata dan bersikap manja padanya."Ellen, bukannya kamu selalu bilang ingin makan steik buatanku? Hari ini aku akan masak sendiri. Bangun dan coba sedikit ya?"Aku memandangnya dengan dingin saat dia terus berbicara sendiri.Di hari ulang tahunku, aku menunggunya sampai tengah malam, tetapi dia tidak pulang untuk membuat jamuan ulang tahunku. Yang kutunggu justru pemandangan dirinya dan Ruka bercumbu mesra di atas ranjang.Saat yang berada di hadapannya sekarang hanyalah tubuh tanpa jiwa, dia baru punya suasana hati untuk memasak?Saat itulah pintu kamar dido
Ruka melangkah mendekat dengan sepatu hak tingginya sambil menutup hidung. Dia melirik jasadku di atas tandu, mengernyit dengan jijik, tetapi ada secercah kepuasan di matanya."Kak Ravin, benar 'kan, dia cuma akting. Ini pasti mayat pengganti yang dia cari. Demi membuatmu luluh, dia benar-benar licik sampai hal seperti ini pun sanggup dilakukan."Seolah-olah tersadar oleh ucapannya, Ravin mendadak menoleh dan menatapnya dengan tajam. Sorot matanya sangat menakutkan."Benar, ini palsu. Dia paling takut sakit, mana mungkin berani nembak diri sendiri? Cepat panggil dokter forensik sekarang juga! Cepat!"Aku pun spontan tertawa. Ya, dulu aku memang paling takut sakit. Bahkan kalau jariku hanya tergores sedikit, aku akan mengangkat tangan dan mencarimu untuk membalut lukaku.Namun, dibanding rasa sakit karena hati yang sudah mati, apa artinya rasa sakit saat peluru menembus kepala?Dokter forensik keluarga segera datang. Di bawah tatapan Ravin yang seperti ingin membunuh orang, dokter itu g
"Ravin, kamu nggak boleh melakukan ini! Hidup ibu kepala panti bergantung pada obat itu. Kalau obatnya dihentikan, dia bisa meninggal!"Aku tak peduli rasa sakit dari darah yang kembali mengalir di punggung tanganku dan segera berjuang meraih tangannya. Ibu kepala panti adalah satu-satunya keluarga
Setelah kejadian menangkap basah perselingkuhan itu, aku benar-benar terpuruk. Tak lama kemudian, luka lamaku kambuh hingga aku pingsan di rumah.Begitu menerima telepon, wajah Ravin langsung pucat pasi. Dia menggenggam tanganku sambil menangis."Ellen, aku memang bajingan .... Tolong jangan tinggal
Lima tahun lalu, baru saja Ravin menjadi bos mafia, dia langsung disergap oleh musuh.Saat itu aku baru saja dewasa dan keluar dari panti asuhan. Kebetulan aku melihatnya bersimbah darah. Setelah mengenalinya sebagai orang yang pernah membantu panti asuhan, entah dari mana datangnya keberanian itu,
Di tengah angin dingin yang menusuk tulang, aku berjalan keluar dari gerbang rumah Keluarga Sirait. Ravin malah mengejarku."Kamu benar-benar mau pergi cuma pakai pakaian setipis itu? Jangan sampai nanti jatuh sakit, lalu menyalahkanku."Dia melepas jasnya dan hendak menyelimutkannya ke tubuhku, tet
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Rebyu