Kafan Hitam
Ramdani Abdulgambar sendirian di malam harirenungan sepertiga malammengayuh sepedaujung jalan
Kilat amarah dan kebencian tampak dari matanya.
“Kang,” panggil Mbah Atim sembari.
“S*tan pisan si Jalu!” Mbah Jaja kembali memukul bilik.
“Selama tiga tahun ini, Kang Jaja berubah menjadi makhluk hitam mengerikan, atau orang-orang desa ini menyebutnya jurig jarian (hantu selokan). Punten pisan, Kang.” Mbah Atim menunduk, memohon ampun, tak ingin berlaku kurang ajar.
Hot Chapters