Partner Pemanasan Sang Atlet
"Kalau dibiarkan terus seperti ini tanpa dipompa secara teratur, risikonya bisa lebih parah. Untuk demamnya sendiri, cukup ditangani dengan obat penurun panas biasa dan istirahat yang cukup.”
Zea mendengarkan dalam diam, matanya menunduk ke arah jas milik Zavian yang masih menutupi tubuhnya.
Rasanya aneh mendengar kondisinya dijelaskan seolah itu hal yang lumrah, padahal ia sendiri masih belum sepenuhnya mengerti kenapa semua ini bisa terjadi pada tubuhnya.
Zavian mengangguk, keningnya masih berkerut cemas. "Jadi dia harus rutin pumping, Dok?"