Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
My Boss Is My Obsessed

My Boss Is My Obsessed

Queen Natha
“Apa!!!” Deva setengah teriak setelah mendengarkan apa yang dikatakan wanita di depannya yang selalu dipanggil Boss oleh orang-orang di kantornya. Wanita yang duduk santai sambil menatap wajah Deva yang pucat pasi setelah mendengarkan apa yang dikatakannya tanpa wajah bersalah yang bernama Adelia Cantara Hermawan, nama itu terpampang jelas di papan nama di meja kerja wanita itu “Apa kau tuli?” tanya wanita itu. Deva terbelalak, sikapnya langsung salah tingkah di depan wanita itu, dia tidak percaya hari ini dia di lamar oleh bosnya sendiri. “Anda bercandakan,” kata Deva mencoba tertawa dan berharap ini hanya prank belaka, tapi wajah dingin bosnya membuat senyum di bibir Deva langsung hilang begitu saja. “Kau sudah berapa lama bekerja denganku, apakah aku tipe orang yang mempunyai waktu untuk bercanda?” jawab Adelia. Deva berdiri lalu berkacak pinggang, “Ini bukanlah hal yang dapat anda putuskan sendiri, bagaimana anda bisa memanggil saya lalu meminta saya untuk menikah dengan anda, bagi saya menikah harus dengan orang yang kita cintai,” kata Deva panjang lebar. Adelia menyenderkan badannya di kursi sambil melipat tangannya, “Kau kira aku benar-benar ingin menikahimu?” kata Adelia lagi sambil membuka laci mejanya dan mengeluarkan sebuah map hijau ke atas mejanya.
Romansa
1.3K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Rahasia di Ujung Telepon yang Dia Kira Tak Kupahami

Rahasia di Ujung Telepon yang Dia Kira Tak Kupahami

Pada malam hari jadi pernikahan kami yang keenam, aku tersipu dan menghindari ciuman panas suamiku, Arga, lalu mendorongnya untuk meraih pengaman di meja samping tempat tidur. Di dalamnya, ada kejutan yang aku siapkan, alat tes kehamilan yang menunjukkan hasil positif. Aku membayangkan senyum seperti apa yang akan dia tunjukkan saat menemukannya. Namun, tepat saat dia hendak meraih laci, ponselnya berdering. Suara sahabatnya, Omar, terdengar dari gagang telepon, berbicara dalam bahasa Jerman. “Pak Arga, semalam bagaimana rasanya? Apa sofa erotis baru dari perusahaan kita nyaman?” Arga terkekeh pelan dan menjawab dalam bahasa Jerman, “Fungsi pijatnya berfungsi dengan baik, jadi aku tidak perlu memijat punggung Hanna lagi.” Dia masih memelukku erat, tapi tatapannya seolah menembusku, menatap seseorang yang lain. “Hanya kita berdua yang tahu tentang ini. Kalau istriku tahu aku tidur dengan adiknya, mampus aku.” Hatiku serasa ditusuk dengan keras. Mereka tidak tahu kalau aku mengambil mata kuliah minor Bahasa Jerman di perguruan tinggi, jadi aku mengerti setiap katanya. Aku memaksakan diri untuk tetap tenang, tetapi tanganku yang melingkari lehernya sedikit gemetar. Saat itu, aku akhirnya memutuskan untuk menerima undangan dari proyek penelitian internasional. Tiga hari kemudian, aku akan lenyap sepenuhnya dari dunia Arga.
Cerita Pendek · Romansa
13.9K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Aku Bukanlah Prioritasmu

Aku Bukanlah Prioritasmu

Dulu, sahabat kecilku pernah berjanji akan menikahiku setelah kami lulus kuliah. Namun di hari pernikahan, dia malah datang terlambat. Saat kami akhirnya menemukannya, dia justru sedang bersama Meisy, adik tiriku di atas ranjang hotel. Di depan banyak orang, Evan, pewaris keluarga terkaya tiba-tiba berdiri dan dengan lantang mengumumkan bahwa akulah perempuan yang diam-diam dia cintai selama bertahun-tahun. Selama menikah lima tahun, setiap kata yang pernah kuucapkan selalu diingat oleh Evan, Aku sempat mengira diriku adalah orang yang paling dia sayangi. Hingga suatu hari, saat sedang beres-beres, aku tak sengaja menemukan sebuah dokumen rahasia di laci meja kerja Evan. Halaman pertama adalah CV milik Meisy. Ada tulisan tangannya sendiri di atasnya, [Perhatian utama di atas segalanya.] Lalu ada juga berkas perjadwalan rumah sakit yang belum pernah kulihat sebelumnya. Tanggalnya tepat pada malam ketika aku mengalami kecelakaan. Saat itu, aku dibawa ke rumah sakit milik Keluarga Evan, tapi operasinya terus tertunda. Saat aku tersadar kembali, bayi dalam kandunganku sudah tiada, karena pendarahan hebat. Aku pernah menangis dalam pelukannya hingga kehabisan suara, tapi tak pernah menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Aku tak ingin menambah kekhawatirannya. Namun, kini aku baru tahu, Meisy juga terluka malam itu dan perintah yang Evan berikan pada rumah sakit adalah, “Kerahkan semua tenaga ahli, dahulukan keselamatan Meisy.” Air mataku membasahi halaman kertas, melunturkan tulisannya. “Kalau aku bukan prioritas terpentingmu, lebih baik aku menghilang dari hidupmu.”
Baca
Tambahkan
Di Hari Aku Meninggalkan Suamiku

Di Hari Aku Meninggalkan Suamiku

Sebagai kepala keluarga kriminal Valenti, yang dikenal seantero kota sebagai "Il Macellaio" Atlas Valenti adalah sosok yang ditakuti dan dihormati, dengan pikiran strategis yang cemerlang dan rasa keadilan yang tanpa ampun. Tapi di balik wajah yang bersudut tajam dan tatapan mata hijau yang dingin, tersembunyi luka dalam yang tak pernah sembuh. Pada usia tujuh tahun, dia menyaksikan ibunya terbunuh saat melindunginya dari musuh keluarga. Pada usia 29, dia menemukan cinta sejati dalam diri Luna Moretti, wanita yang mampu menghancurkan tembok emosional yang dia bangun selama bertahun-tahun. Mereka diatur untuk menikah guna menyatukan dua keluarga mafia terkuat di kota: Valenti dengan kekuasaan mereka di bidang real estat dan hubungan internasional, serta Moretti dengan kendali mereka atas pelabuhan dan koneksi politik. Namun Atlas jatuh cinta bukan karena kesepakatan melainkan karena kehangatan dan kebaikan yang hanya Luna bisa berikan padanya. Malam sebelum dia berencana untuk melamarnya dengan cincin keluarga kuno, nasib memutar balik, Aisha, saudara perempuan Luna, mengemudi dalam keadaan mabuk dan menyebabkan kecelakaan yang menewaskan calon istrinya. Didesak oleh ayahnya Marcello Valenti dan tuntutan aliansi yang tak dapat dibatalkan, Atlas terpaksa menikahi Aisha, pengantin pengganti yang menjadi sumber kebencian membara baginya. Setiap hari, dia harus menghadapi wanita yang telah mencuri masa depannya, menggunakan kata-kata dan pengabaian sebagai senjata dalam perang psikologis yang dia lakukan. Sementara itu, dia terus menjaga ingatan Luna hidup dengan cara-cara kecil: mengirim bunga lili putih ke makamnya setiap minggu, menyimpan buku agenda dan cincin pertunangan yang tak terpakai di laci mejanya, dan menghindari setiap tempat yang pernah mereka kunjungi bersama. Namun, ketika ancaman dari keluarga saingan mulai mengintai dan kedudukan keluarga Valenti terancam, Atlas harus menghadapi pilihan yang sulit: apakah dia akan terus terjebak dalam kesedihan dan kebencian yang menghancurkan dirinya, ataukah dia akan menemukan cara untuk melepaskan masa lalu dan melindungi apa yang tersisa?
Romansa
85 DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status