Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Membawa Lari Anak Kembar CEO

Membawa Lari Anak Kembar CEO

Lalu Lara memoleh pada Alex saat mengatakan, “Alex, sepertinya aku tadi melihat teman bisnismu itu ke sini deh. Apa dia sudah pulang?” “Teman bisnis yang mana, Sayang?” “Itu loh ... yang punya LY Company.” Alex mengerjapkan matanya beberapa kali, “Rafael Movic maksudnya?” “Iya. Dia datang sama anak dan istrinya juga. Kamu tahu tidak kalau sebenarnya—“ “ZIOOO!” Lara berhenti di ujung kalimat saat Shenina memanggil nama seseorang. Zio? Ulangi Alex dalam hati dengan kedua bola matanya yang melebar, mungkin lebih lebar dari bunga matahari yang ditanam di halaman rumah Kalisha.
9.9187.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.8K kali sebagai laci
Baca
+Pustaka
Test Book

Test Book

Penapika12268
Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai laci
Baca
+Pustaka
Beautiful Sin

Beautiful Sin

tanya Yuri. "Tak ada, terima kasih. Kau boleh kembali ke mejamu," ucap Lexi tersenyum. Yuri segera melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan Lexi, tanpa sadar sepasang mata mengamati gerak-gerik mereka. Mata yang berwarna cokelat bak elang itu menatap sang sekretaris dengan sinis dan tajam. Dialah Eva Laika, anak salah satu pengusaha tambang minyak di kota Moskow, seorang desainer permata kenamaan dan juga guru taman kanak-kanak.
9.911.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 469 kali sebagai laci
Baca
+Pustaka
Saya Tiba-tiba Menjadi Ibu Anak CEO

Saya Tiba-tiba Menjadi Ibu Anak CEO

Baru duduk, pintu ruangan sudah dibuka lagi. “Laura.” Lily menyapanya. Laura berjalan masuk, melihat Cintia sedikit asing. “Ini adalah Cintia, kakakku ....” Lily terhenti, “memintaku untuk berdiskusi soal duta produk.” “Sejak kapan serajin ini.” Laura bercanda, tentunya tidak peduli. “Nona Laura silahkan duduk.” Cintia bersalaman, “Aku Cintia dari Grup Galaksi.”
9.7149.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.2K kali sebagai laci
Baca
+Pustaka
Side the Away

Side the Away

ucap Laura. ***
104.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai laci
Baca
+Pustaka
Poison Princess

Poison Princess

kata Leia, “Bersyukurlah karena Mikail hanya memotong tangan Lady Irina yang terkena racunku, bukannya membunuh gadis itu karena berusaha membuatku celaka.” “Tapi kau sendiri bisa menarik racunnya,” kata Lucius mulai kesal, “Kenapa kau menjadi seperti ini, Lacia?” “Jangan sebut aku dengan nama itu,” Leia menyipitkan matanya, “Lacia yang kau kenal sudah tidak ada lagi. Aku pernah mengatakan padamu, bahwa yang ada di hadapanmu ini bukanlah Lacia la Midford, tetapi Leia Vertensia.”
108.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 221 kali sebagai laci
Baca
+Pustaka
(INDONESIA) My Forever One

(INDONESIA) My Forever One

New York City Lilian berjalan di dalam bar dan langsung pergi ke ruang VIP. Dia menemukan Liam dan Luke di dalam. Luke sangat mabuk. Lilian dengan cepat membantunya meninggalkan bar. Dia pergi ke penthouse dan meletakkan Luke di tempat tidur. Dia memanggil staf untuk membantu membersihkan Luke tetapi Luke menolak siapa pun yang menyentuhnya. “Lihat dirimu!!!! Kamu benar-benar harus move on!!!” Lilian mengkhawatirkan kakaknya
810.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 257 kali sebagai laci
Baca
+Pustaka
My Luna

My Luna

“Hah?” Ghina terdiam beberapa saat lalu menatap orang itu dengan bingung, pria yang sudah memperkanalkan dirinya kepada Ghina mendekati gadis itu dan merangkul pinggangnya. Ditariklah Ghina ke dalam dekapannya dan membisikan sesuatu. “Melati. Wangimu begitu menyengat, tapi membuatku mabuk.” Hidung Gamma mengendus lekukan leher Ghina lalu menjilatnya seperti makanan. Ghina terkejut, segera mendorong Gamma untuk menjauhinya dan langsung memegang leher yang baru saja Gamma jilat.
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 160 kali sebagai laci
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status