Lily of the Valley
Kakinya sudah bergetar di setiap langkah yang ia buat, jika dibiarkan lebih lama lagi, ia tidak akan mampu untuk melanjutkan.
Mamandang jauh pada kilau cahaya matahari yang terlihat begitu indah melewati dedaunan berwarna warni di sekitarnya, ia memejamkan mata. Tidak perlu mata untuk mendengar suara alam, suara angin yang berhembus pelan mengenai setiap yang dilewati, mengenai wajahnya yang telah dipenuhi oleh peluh.
Aroma harum bunga Blossom Bell yang tumbuh di tengah hutan juga bisa ia cium. Membuka kembali matanya, Quinn Flos menemukan cahaya mentari itu tepat mengenai wajahnya.