SAY YES, PLEASE
Keraguan masih tersisa dalam hatiku, apakah dia sungguh-sungguh dan bisa kupercaya, atau justru nantinya aku akan dicampakkan lagi?
Nicholas berlutut di sampingku, dia rogoh saku tasnya. Rupanya sudah dia persiapkan pula sebuah cincin dengan mata batu berlian. "Kamu ..., nggak perlu sampai kayak gini, Nich," tolakku tak enak hati.
"May, maukah kamu jadi istriku?"