Purnama
Luka yang sudah mengering itu kembali terasa sakit.
"Mas, kamu sudah menorehkan luka yang begitu dalam."
"Aku sudah minta maaf, beri aku kesempatan kedua."
Purnama berdiri lalu membayar pesanan bakso Bintang dan berlalu pergi. Ia malas melayani omongan Bintang.
"Nama, tunggu!" seru Bintang yang setengah berlari mengejar Purnama.
Purnama tak peduli dengan teriakan Bintang. Yang penting saat ini Langit telah mendapatkan donor dan mulai membaik. Biarlah ia dianggap tidak tau terima kasih oleh Bintang.
Bab Populer