Terjebak Cinta Kakak Tiri
“Jasmin,
Jika suatu saat kamu mulai ragu, buka kembali surat ini. Ingat bahwa kamu pernah memilih bukan karena buta, tapi karena sadar sepenuhnya akan resiko dan luka yang mungkin datang.
Kamu tidak jahat karena mencintai seseorang yang dilarang dunia.
Kamu hanya manusia… yang ingin mencintai dengan jujur.”
Tangannya berhenti, matanya basah.
Kemudian ia melanjutkan:
“Kamu tidak harus menjelaskan apa pun kepada siapa pun. Karena kamu dan dia—kalian tahu, ini bukan sekadar nafsu. Ini bukan soal larangan. Ini tentang dua orang yang saling menemukan di tempat yang tidak biasa. Dan memilih untuk tinggal… meski tahu, jalan yang kalian pilih tidak pernah mudah.”