ISTRI SEMPURNA DI HIDUP KEDUA
Akhirnya kata kunci ‘putri kesayanganku’ meluncur dari mulut Brenda dengan nada getir, tapi tidak seorang pun di ruangan itu menangkap sepenuhnya makna di baliknya.
Maia berdiri di ambang pintu, menatap pemandangan itu tanpa suara. Di dalam dadanya, campur aduk antara kemarahan, kepuasan, dan sebuah perasaan getir yang sulit dijelaskan.
Pelayan-pelayan lain hanya menunduk, tak ada yang berani menengahi. Sementara Madam Brenda terus memaki, setiap kata yang keluar terdengar semakin kasar, seolah semua topeng kesopanan yang selama ini ia kenakan runtuh begitu saja.
Bab Populer