Tangisku
Aku keluar kamar, menyusuri jalan yang dingin karena hujan ini, pikirku dengan berjalan sendiri di bawah rintik-rintik hujan begini di malam hari dengan payung berwarna merah, aku bagaikan gadis misterius yang menawan.
Melewati warung mi ayam, beberapa orang sedang menikmati makanannya, berikutnya kedai coklat, beberapa cowok berkumpul dan memainkan gitar, ku lewati lagi warung makan sederhana, beberapa abang ojek online menaikkan satu kakinya di kursi dan menikmati segelas minuman hangat, tepat di sebelahnya kedai jus, meski sepi tapi ada dua pembeli yang menunggu.
Sikat na Kabanata