Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sang Junjungan

Sang Junjungan

Rombongan Sang Pengabdi sampai di salah satu pantai yang terletak di ujung pulau Jawa bagian Barat. Mereka berjalan beriringan dengan dipimpin Pak Steven. Sampai di pinggir pantai, dari kejauhan terlihat rombongan lain yang membawa patung Sang Junjungan. Mata Adi terbelalak saat melihat seorang wanita cantik. Pernah dilihatnya di televisi keluar dari dalam patung lalu berjalan pelan menuju laut terbentang luas disambut ombak yang menari, menenggelamkannya.
107.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 182 kali sebagai mitsuba sangū
Baca
+Pustaka
Sang Penguasa

Sang Penguasa

Utusan mereka, seorang wanita berpenampilan anggun dengan gaun putih yang berkilau seperti cahaya bulan, membawa sebuah lukisan besar yang ditutupi kain sutra tipis. “Yang Mulia, kami mempersembahkan karya seni ini sebagai simbol keindahan yang akan selalu melingkupi hidup putra Anda. Kami berharap ia tumbuh dengan jiwa yang mencintai seni, harmoni, dan perdamaian.”
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai mitsuba sangū
Baca
+Pustaka
AMBISI IBU MERTUA

AMBISI IBU MERTUA

****** Bersambung .
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai mitsuba sangū
Baca
+Pustaka
Saga Sang Gagak Barong

Saga Sang Gagak Barong

Kelompok barisan anak yang berperan sebagai ular naga lalu berjalan mengitari gerbang naga sambil menyanyikan lagu khusus permainan itu. Mereka kemudian tertawa terpingkal-pingkal ketika setelah lagu itu selesai dinyanyikan dan salah satu dari mereka terperangkap dalam gerbang naga. Martha dan kedua tamu wanita itu ikut tertawa melihat keceriaan mereka. Dari arah pintu masuk, Magnus Kanigara baru saja datang dan langsung menghampiri Wignya. Magnus adalah salah satu dari tiga direktur bisnis organisasi. Ia mengelola bisnis kasino terbesar di negara itu.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai mitsuba sangū
Baca
+Pustaka
Koma

Koma

GERIMIS Gerimis ing latar omah Nelesi lemah garing Kaya-kaya ngece ati iki Ati kang tansah garing Ananging kui gur cerita lawas Dina iki Waktu iki Ati garing wes teles kebes Geting Geting karo gerimis kang gebyur ati iki Kang gawe uripku ruwet Kang gawe atiku ketar-ketir Gerimis metuk udan Udan metuk gerimis Lungo ninggalke lemah teles Meneng-meneng suket tukul ana ing kana Slirahmu sek tak getingi Slirahmu sek gawe awakku guyu Rasa-rasa mendung Maleh dadi rasa tresno Duh, gusti matursuwun Sekabehane puji kagungane. panjenengan
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai mitsuba sangū
Baca
+Pustaka
AMORAGA

AMORAGA

Gita mengambil ponselnya lalu memotret pesan dari Raga. "Ngapain pake di foto, sih?" "Ini langka, Ra. Saraga Imanuel? Ngirim pesan ke lo? Kalo salah kirim, sih, gak mungkin chat itu isinya nama lo-Amora." "Yaudah, sih, gak usah heboh gitu. Palingan dia iseng." Gita menggelangkan kepalanya cepat. "Enggak! Lo harus bales!"
109.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 180 kali sebagai mitsuba sangū
Baca
+Pustaka
Sang Ratu

Sang Ratu

*** Bersambung Salam Silvia Dhaka
1018.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 457 kali sebagai mitsuba sangū
Baca
+Pustaka
Sang Tuan Muda Sejati

Sang Tuan Muda Sejati

"Aku menyimpan minuman istimewa buat kita nikmati bersama. Kenapa baru ingat sekarang? Sebentar, ya?" Bergegas Siska berjalan menuju ke dapur. Dia mengeluarkan anggur dari dalam rak, mengambil tiga gelas anggur, dia letakkan di atas nampan. Lalu dia tuangkan setengah masing-masing gelas. Terkahir, dia mengeluarkan botol sangat mini, berisi serbuk putih. Siska menuangkannya sedikit pada gelas paling kiri.
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 232 kali sebagai mitsuba sangū
Baca
+Pustaka
Dendam Sang Tumbal

Dendam Sang Tumbal

sungut Kunit. “Dasar bocah tengil, seenaknya saja meninggalkanku berbicara sendirian!” bentak Wunisa. Rendra terkejut dan bersembunyi di balik bahu Soleh. Kunit menutup telinganya, pasalnya kini sudah mulai mengeluarkan darah akibat mendengar suara Wunisa. Hantu sejenis Kunit dan Posum tidak bisa mendengar suara dari manusia Harimau yang penuh dengan energi magis itu. Kedua sosok itu segera menghilang.
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai mitsuba sangū
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status