Naik Ranjang Kakak Ipar Kejam
“Iya, Mas. Tapi, kamu habis sakit. Kamu nggak apa-apa, kan? Jangan lupa minum vitamin.”
“Aku sudah sehat jauh sebelum berangkat ke China, Sayang. Jadi, jangan khawatir. Kamu pun bisa lihat muka aku kayak gimana. Banyak rindu yang tertulis di sini. Bukan sakit demam.”
Jani terkekeh mendengarnya. “By the way, emangnya kamu bisa ngomong bahasa mandarin? Kok aku nggak diajarin?”
Rayhan menyunggingkan senyum tipis. “English, Sayang. Aku nggak terlalu pandai bicara bahasa itu. Kalaupun ada yang nggak bisa bahasa Inggris, ada translatornya kok.”
Bab Populer