Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Fake

Fake

Untuk beberapa detik Shena kehilangan fokusnya, tahi lalat itu begitu kontras dengan warna lipstick merah merona yang Laura gunakan. “Lo siapa? Gue nggak ada urusan sama lo, minggir! Dia harus dikasih pelajaran biar paham pentingnya attitude!” bentak Laura yang masih emosi, nafasnya memburu tak beraturan. Demi Tuhan, air matanya sudah menggenang entah sampai kapan gadis itu bisa menahannya. Laura tidak mau dianggap remeh dan lemah dia masih punya harga diri.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai offend
Baca
+Pustaka
WRONG TURN

WRONG TURN

Dia bergumam. Aku menghembuskan napas dengan penyesalan. Ketika aku membuat komentar bodoh itu, aku hanya ingin mengalihkannya dari kemarahan bodohnya pada Constantine, kukira dia akan membalas dengan sarkasmenya dan tidak menganggapku serius. Tapi tidak, dia merengut. Aku tidak menyukai Dean yang Merengut. Dia tidak menyenangkan. "Kau tahu milikmu tidak kecil. Aku tahu itu tidak kecil dan aku tidak percaya kau benar-benar terpengaruh dengan ucapan bodohku."
1014.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 478 kali sebagai offend
Baca
+Pustaka
YOU

YOU

Dastan membual memancing kemarahan Sean yang mulai menampakkan diri ke permukaan. PRANG.... Sean membanting gelasnya ke lantai, amarahnya menguar mendengar perkataan lancang Dastan yang berani menantangnya. "Fuck you Dastan Oliver! I Will kill you if you touch my Kesya." desis Sean tajam mengepal jari-jarinya hingga memutih. Dastan mengangkat kedua tangannya ke atas kepala. "Wow, easy man. Aku mundur jika kau mencintainya, itu janjiku."
9.911.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 385 kali sebagai offend
Baca
+Pustaka
Obsessed

Obsessed

tidak ada jawaban, seakan tidak puas dengan itu, Lingga kembali bertanya, “Apa… apa kamu yang murahan?” Alina terkejut dengan kata kata yang keluar dari mulut pujaan hatinya itu, hatinya berdesir. Alina tetap menunduk, diam. Pertanyaan itu terdengar tajam, menyakitkan, tapi juga membangkitkan perasaan campur aduk yang tak pernah ia rasakan sebelumnya—takut, sakit, dan ingin membela diri sekaligus. Otaknya berfikir keras, alasan apa yang akan dia gunakan untuk kebodohannya kali ini. Takut dan malu itu yang sekarang Alina rasakan. ---
748 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai offend
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status