篩選
更新狀態
全部連載中已完成
排序
全部熱門推薦評分最新更新
Cinta Sulit Ditemukan, Air Mata Menjadi Lautan

Cinta Sulit Ditemukan, Air Mata Menjadi Lautan

TigerPelakorMengejar SuamiCinta ToxicDrama
Setelah rujuk, aku memutuskan untuk menyewakan istriku sendiri. Setiap kali sahabat cowoknya menelepon dan menyuruhnya pergi, aku tak lagi marah-marah seperti dulu. Alih-alih mengamuk, aku justru memberlakukan tarif per jam. Siang hari, 200 juta per jam. Malam hari, 400 juta per jam. Hari libur dihitung tiga kali lipat. Baru berjalan tiga bulan, rekeningku sudah bertambah hampir 40 puluh miliar. Suatu hari, kami sudah berjanji pergi memilih setelan jas untuk menghadiri jamuan makan malam. Namun, di tengah jalan, sahabat prianya menelepon, mengeluh jarinya terluka saat memotong sayuran. Tanpa repot-repot mendongak, aku hanya menyodorkan kode QR pembayaran ke hadapan istriku. Suatu malam, aku mendadak demam tinggi. Saat istriku sedang menyetir untuk mengantarku ke rumah sakit, ponselnya kembali berdering. Sahabat cowoknya mengeluh mabuk berat, merasa tidak enak badan, dan tidak bisa tidur. Dengan gerakan yang sudah sangat terbiasa, aku mengambil payung dan menyuruhnya menurunkanku di persimpangan jalan depan. Melihatnya yang tampak ragu-ragu dan hendak mengatakan sesuatu, aku hanya tersenyum tipis. "Jangan lupa transfer uangnya, ya." Hingga tiba hari di mana putra kami harus pergi ke rumah sakit untuk kontrol rutin. Sahabat cowoknya lagi-lain menelepon. "Caca ingin ke taman bermain nih, tapi tempat kayak gini kayaknya bakal lebih seru kalau ada sosok perempuan yang nemenin ...." Setelah menutup telepon, istriku berbalik. Dia hendak berjongkok untuk membujuk anak kami. Akan tetapi, putra kami justru meniru caraku. Dia mengulurkan tangan kecilnya ke hadapan ibunya. "Nggak apa-apa, Ibu. Ibu tinggal transfer uangnya aja ke aku. Harganya harus tiga kali lipat"
284 閱讀量已完成Added to Library 7 Times as ojek payung
閱讀
+書庫
Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

RenCinta ToxicPlot TwistBangkitPilih Kasih/EgoisMandiriPenyesalanPernikahanKeluarga Asal
Di tengah jamuan makan malam keluarga, aku baru mengetahui fakta pahit bahwa sahabat masa kecilku, lelaki yang seharusnya tumbuh besar bersamaku, telah melepaskan peluang emas untuk naik pangkat di Distrik Militer Utara demi sepupuku, Ajeng Hidayat. "Nilai ujian Ajeng hanya cukup untuk masuk universitas lokal. Kebetulan kondisi kesehatan Bibi juga sedang menurun, jadi aku sudah membantu mengubah data pendaftaranmu. Kita semua akan tetap tinggal di sini," ucapnya santai. Ibuku pun menimpali dengan nada yang sama mendesaknya, "Benar, Nak. Ibu sudah berjanji pada pamanmu untuk menjaga Ajeng, jadi kamu juga harus membantu Ibu merawatnya. Lupakan saja soal kampus papan atas itu, nggak ada gunanya. Toh, nanti setelah menikah dengan Rangga, kamu juga akan ikut dia bertugas." Belum sempat aku mengeluarkan sepatah kata pun, mata Ajeng mulai berkaca-kaca. Air matanya jatuh dengan begitu dramatis. "Semua ini salahku yang nggak berguna. Ayah dan Ibu sudah tiada, sekarang aku malah membebani Kakak sampai dia nggak bisa kuliah di universitas impiannya. Sebaiknya kalian pergi saja, aku bisa menjaga diriku sendiri." Begitu air mata itu jatuh, Rangga dan ibuku langsung panik. Mereka sibuk menghibur dan menenangkannya seolah dialah pusat semesta. Tanpa suara, aku bangkit dan kembali ke kamar. Di detik terakhir sebelum batas waktu pendaftaran ditutup, aku mengubah kembali pilihan Universitas Adiwangsa. Sejujurnya, keinginanku ke sana bukan hanya agar bisa dekat dengan Rangga. Dulu, aku hanya ingin melewati setiap hal bersamanya. Berjalan beriringan di bawah satu payung hingga rintiknya membasahi rambut kami yang memutih oleh usia, sebuah janji untuk menua bersama. Akan tetapi, sekarang, siapa pun yang berdiri di sampingku saat hujan turun tak lagi jadi masalah. Hanya tempat itu yang tetap harus kudatangi.
1.9K 閱讀量已完成Added to Library 53 Times as ojek payung
閱讀
+書庫
上一章
1234
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status