Rindu yang Membunuh
bisiknya pelan penuh godaan.
Perlahan Adrian memajukan ciumannya ke pipi Ayla, lalu menatapnya sekejap, mata itu tampak lebih sayu dari sebelumnya, penuh keinginan dan kerinduan yang tertahan.
“Katakan Ay…”
Ayla tetap diam, tapi wajahnya jelas tidak mau diam, ekspresi sayu nya seperti mengatakan Ya tanpa izin.
Dengan yakin Adrian kembali meraup bibir pink yang sudah basah itu, Ayla juga kembali membalas pagutan itu, seolah tubuh dan hatinya lebih jujur daripada logikanya.
Bab Populer