LOGINEmpat tahun lalu, Ayla pergi tanpa pamit. Kini ia kembali—bukan untuk memohon maaf, tapi untuk berdiri tepat di hadapan pria yang hatinya pernah ia hancurkan. Adrian Grady belum lupa. Tidak tentang tatapan itu. Tidak tentang luka yang ditinggalkan tanpa kata. Mereka terikat dalam proyek yang tak bisa dihindari. Dingin di meja kerja. Panas dalam tatap mata. Tapi di antara separuh dendam dan separuh rindu, ada satu rahasia yang terlalu besar untuk tetap terkubur. Dan jika terbongkar, bisa membuat keduanya hancur… atau tak bisa saling melepaskan lagi.
View MorePintu kantor Adrian tertutup rapat, meninggalkan ruangan sunyi. Di meja, selembar kertas lusuh tergeletak, cek yang baru ia terima. Adrian menatapnya lama, jari-jari menekuk tepi kertas, nafasnya pelan tapi tegang.“Cek… sebuah cek” gumamnya, suara berat namun terkendali.Lucas masuk, langkah ringan tapi sigap.“Boss, semuanya oke kan?”Matt muncul di belakang, menatap cek di tangan Adrian.“Lo oke? Papa Lo ngapain?”“Ini… dia ngasih ini…”Matt mengambil kertas itu, meneliti setiap sudut.“Cek… pengirim Alaric Grady, penerima Ayla Virella. Tanda tangan terlihat asli, kertas lusuh, tanggal diterima empat tahun lalu.”“Menurut kalian… ini asli atau palsu?” suara Adrian rendah tapi menuntut jawaban.“Ini terlihat asli, Ad.”Adrian menelan ludah, tatapannya kosong sejenak.“Tapi terlihat asli nggak berarti nggak bisa dimanipulasi,” Matt menambahkan, nada seperti tertantang untuk membedah lebih jauh cek itu.Adrian menarik napas panjang, jarinya mengetuk meja perlahan, seolah mencoba menen
“Bu Ayla!” Santi langsung berseru saat melihat Ayla keluar dari ruangan Adrian.“Ya Tuhan… akhirnya ibu keluar juga.. haah” katanya seperti bernafas lega.Ia mempercepat langkah, mencoba menyamai tempo Ayla.“Aku dag-dig-dug nungguin ibu tahu... Kita kan ada janji makan sia—”“Aku ke toilet dulu, San.”Jawab Ayla datar, tanpa menoleh.Gedung Grady Group bukan ruang asing baginya, ia pernah hidup bertahun-tahun di dalam ritme kantor ini. Beberapa sudut berubah, tapi memorinya belum lapuk.Begitu masuk toilet, Ayla menaruh tas di atas wastafel lalu membasuh tangan. Air dingin tak cukup menenangkan denyut jantungnya.Deg… deg… deg.“Hahh… hhh…”Ia mengatur napas, memaksa dirinya kembali waras.“Tenang, Ayla. Tenang…”Tapi begitu ia menunduk, kilasan bibir dan tangan Adrian yang bermain di tubuhnya kembali menghantam kesadarannya.“Ugh… Ayla!”Lalu kata-kata Adrian bergema di pikirannya “kamu bahkan mencapai nipple orgasme”“OH.. my.. God ..” momen saat dia mencapai nipple orgasme itu kem
Adrian belum melepaskan hisapannya, sementara Ayla masih terengah-engah setelah merasakan sensasi yang begitu luar biasa untuk pertama kalinya.“Slurp…. Pc.. cp cp..”“Hah.. hah.. hah..”Tidak pernah dia merasakan sensasi ini bahkan dulu saat bersama Adrian, nipple orgasme tidak pernah tubuhnya berikan. “Plok..” akhirnya Adrian melepaskan hisapannya.Adrian memandang wajah Ayla yang masih Sayu dan terengah itu, jelas ada senyum kepuasan di wajah Adrian, “heh… so.. beautiful” gumamnya.“Kayaknya setelah 4 tahun, tubuhmu jadi lebih sensitif Ay,” sambungnya sambil tangannya kembali meremas penuh kedua payudara Ayla.Ayla tidak bisa menjawab, ia sendiri juga bingung dengan apa yang dilalui nya, apakah dirinya begitu merindukan sentuhan Adrian, hingga tubuhnya kewalahan menerima semua sentuhannya? Entah Ayla pun tidak tahu.“Cup…” Adrian kembali mencium bibir Ayla, lembut, penuh rindu dan ketulusan.“Mmm… cpcpcp” Ayla membalas ciumannya, membiarkan dirinya menikmati momen yang jujur sanga
Tidak ada kata apapun yang keluar dari mulut Ayla, hanya desahan dan nafas berat yang silih berganti.“Nghh… hah, hah”Adrian tersenyum puas melihat itu, aku tahu, kamu gak akan sanggup menahan sentuhanku sayang, begitu pikirnya sebelum dia kembali menghisap kulit putih payudara Ayla hingga meninggalkan bekas kemerahan, “slurp, pc… mmm..”Adrian mulai kembali menghisap satu pucuk payudara Ayla, masih satu payudara yang tadi, belum bergantian, payudara yang lainnya masih terus dipilin perlahan.“Ssh… aahh.. mmm.. slurp, pc.. slurp…, pc, aku lapar Ay…” katanya lanjut menaikan tempo hisapan, jilatan dan pilinannya. “Mmm… nghh… ahhh, Ad,” nafasnya sudah tidak beraturan, ia semakin merasakan sensasi basah di bawahnya, tapi dia tidak peduli, rasa ini… terlalu memabukan.“Iya sayang… mmh.. slurp… pc, slurp.. pc, cp cp cp cp..”Adrian mulai berpindah ke payudara yang satunya lagi, dan melakukan hal yang sama di sana, sementara tangan satunya kembali aktif memilin pucuk payudara satunya yang
Ruang rapat Grady Group terasa dingin. AC menyala kencang, namun dinginnya kalah dibanding aura Tuan Adrian Grady. Ia berdiri di ujung meja panjang, mata abu-abu gelap menusuk setiap orang di ruangan itu, terutama satu yang membuat darahnya bergejolak: Ayla Virella. Detik itu, waktu terasa berhent
Adrian mencondongkan tubuh ke kursi, nafasnya tinggal beberapa senti dari wajah Ayla. Mata abu-abu itu menatap tajam, menelusuri setiap gerakan Ayla yang menegang, bahkan memejamkan mata kuat.Ayla menelan nafas, jantungnya berdebar, tapi dia menahan diri. Tubuhnya kaku, tangan menekuk di pangkuan.
Adrian menatap menu di depannya, tapi pikirannya jauh dari daftar hidangan yang ada. Lampu restoran yang hangat dan gemericik piring kaca terasa seperti dunia lain, satu-satunya yang ia pikirkan adalah sosok wanita yang tiba-tiba muncul kembali dalam hidupnya. Matt duduk di sampingnya, santai, ter
Parkiran bawah tanah sepi, lampu neon memantulkan garis-garis dingin di lantai beton yang rata. Langkah Ayla terdengar jelas di lorong panjang, tas masih digenggam, lututnya bergetar sedikit—bukan karena fisik, tapi sisa ketegangan rapat.“Sudah cukup, Ayla?” suara Adrian memecah hening, berat dan












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.