Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Alisya

Alisya

Semaksimalnya untuk hasil terbaik. Denganmu, kami bisa melihat Dengan adamu, kami bisa membaca Dengan hadirmu, kami bisa berjuang Dengan sapaanmu, kami terhindar dari kegelapan LAMPU Puisi yang ditulis Aiys di rangkaian yang ia gambar. "TEEEEEEEETTTTTTT," bunyi bel dengan menandakan telah usai sesi dua. Juna, Aiys, dan Tasya segera mengangkat tangan dan kemudian mengemas barang-barang mereka. Sebelum beranjak mereka sempatkan berfoto dulu dan memfoto hasil karyanya.
3.3K viewsOngoingAdded to Library 120 Times as puisi pidi baiq
Read
+Library
Secangkir Kopi Untuk CEO

Secangkir Kopi Untuk CEO

Membuat Anita hampir tak percaya. Perasaan Anita bercampur, antara bingung dan senang. Perubahan sikap Sagara masih saja membuatnya terkejut. “Em... Di sini saya mau membacakan sebuah puisi, karangan Pena Langit dengan judul Orang Asing. Maaf sebelumnya kalau bukan karya saya sendiri. Karena saya tidak pandai membuat puisi," terang Sagara sambil tersenyum canggung.
107.6K viewsOngoingAdded to Library 279 Times as puisi pidi baiq
Read
+Library
Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Inilah puisi yang akan ia bacakan di depan semua peserta lomba. [Terbangun aku di negeri asing tanpa peta, Di mana napas beraroma racun dan prasangka. Kulihat sepasang mata sehitam jelaga, Menatapku benci, sekaligus merengkuhku dari putus asa. Kau adalah rahasia yang dibawa angin senja, Lekas berubah arah, namun meninggalkan rindu yang begitu nyata....]
1014.4K viewsCompletedAdded to Library 445 Times as puisi pidi baiq
Read
+Library
Aira's

Aira's

Bait Untukmu Setetes air mata telah memadamkan semangatku, Seucap kata dari kau telah membelah hatiku, Kau bilang aku bodoh, Kau bilang aku tak gigih, Pembacaan puisi yang ditayangkan perdana di tv nyaris membuat ayah menangis seorang diri ketika mendengar dan melihat bagaimana pilunya Aira membaca puisi. "Maafkan Ayah Nak!" batin ayah sendu dan meremas kuat selimut yang ia pakai.
1014.8K viewsCompletedAdded to Library 490 Times as puisi pidi baiq
Read
+Library
Paman, Bawa Aku Pergi

Paman, Bawa Aku Pergi

"Ada apa lagi, Bi? Saya sedang pusing, besok pagi-pagi sekali saya harus berangkat ke Surabaya," sentak Gusti, suaranya rendah namun penuh penekanan yang mengancam. "Anu, Tuan, Bibi baru saja mendapat kabar dari kampung. Si Mbok masuk rumah sakit di Surabaya. Kondisinya kritis, Tuan. Bibi mohon izin untuk pulang kampung malam ini juga." Bi Sarmi menunduk dalam, meremas ujung celemeknya dengan tangan yang gemetar hebat. Menunggu jawab Tuannya.
818 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as puisi pidi baiq
Read
+Library
Kehidupan Kedua: Nona Ingin Menuntut Balas!

Kehidupan Kedua: Nona Ingin Menuntut Balas!

Sebuah puisi yang ditulis dengan hati-hati, huruf demi hurufnya seperti ditorehkan dengan perasaan terdalam. Dalia mendekat, matanya membaca pelan, bibirnya bergerak tanpa suara. 'Di bawah bulan, bayangmu bagaikan giok yang dipahat, keindahanmu mengguncang negeri dan kota. Bahkan salju musim dingin malu kalah putih darimu, embun beku pun diam, hanya menemaniku yang gelisah. Langkahmu ringan, bagai angin semi menyentuh willow,
9.857.3K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as puisi pidi baiq
Show Reviews (18)
Read
+Library
nanadvelyns
Halo, semua. Terima kasih Banyak yang sudah mendukung cerita Dalia sampai tamat! Penulis mau ngabarin kalau sekarang sudah ada cerita kolosal terbaru, loh! Judulnya 'Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa'. CUSSS KEPOINN!!(˵͡~͜ʖ͡°˵)ノ⌒♡*:・。.
Lily Dutch
wanita wanita harem ini bikin pusing deh, bisa gak sih mereka idgaf aj. untung dalia sama adipati bukan kaisar, tp aku jujur pengen adipati jadi kaisar juga sih tapi aku gamau klo adipati punya banyak selir
Read All Reviews
KARMA : Balasan untuk Keluarga Tak Tahu Diri

KARMA : Balasan untuk Keluarga Tak Tahu Diri

menahan nyala cinta sedang kau berkata kau hanya mampir sebentar saja Kita juga pernah menebak kata-kata terakhir yang akan kita ucapkan sebelum malam benar-benar begitu dingin dan kau pamit berlalu seperti angin Tapi kita membisu tak sepatah rindu terucap tak juga ucapan selamat malam hinggap di rekah bibirmu yang lembap Hingga masing-masing kita pergi dan yang tersisa hanya bayanganmu yang terus saja menancap dalam ingat tepat di selasar harap yang senantiasa kudekap (Puisi By : Ikhlas El Qasr) TAMAT.
1045.2K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as puisi pidi baiq
Show Reviews (8)
Read
+Library
Nur Inayah
ceritanya bagus,aku suka tokohnya yg menampilkan perempuan yg kuat,cerdas dan tidak mudah tumbang meski awalnya didera banyak cobaan,perempuan harusnya memang seperti itu,biar tidak gampang ditindas,dianggap makhluk lemah yg g bisa apa2 dan dianggap remeh,good job,Amira
Bahagia53114202
novelnya keren. tapi, ini babnya nggak sampe kek sinetron Tersanjung, kan? takut kepanjangan dan gak tamat2 malah ujungnya mbulettt kek benang ruwet. apalagi sampe bab 200 lebihhh. haduh, bisa puyeng liatnya. ...
Read All Reviews
Bidadari di Dalam Rumahku

Bidadari di Dalam Rumahku

Aku gak akan tega melakukannya. "Jika kamu gak mau melakukannya, maka biar aku saja yang melakukannya," kata Papa. Ponselku berdering, ada panggilan dari Bi Sri. "Halo, Bi..ada apa, Bi? Kenapa bibi menangis?" tanyaku. "Rumah...rumah...,non," jawab Bi Sri. "Iya rumah kenapa, Bi?" tanyaku. "Mendingan Non segera pulang. Biar Non lihat sendiri," jawab Bi Sri.
1036.4K viewsCompletedAdded to Library 910 Times as puisi pidi baiq
Read
+Library
Alstroemeria

Alstroemeria

"Pendaran purnama menerpa kamar Terbayang dinginnya halaman luar Menerawang terpana terang rembulan Menunduk terindu kampung halaman." "Berjudul 'Rindu dimalam sunyi' karya dari Li Bai pujangga legendaris." Cukup memudahkan aku! Ah suasana ini membuat aku semakin semangat saja.
1015.8K viewsOngoingAdded to Library 614 Times as puisi pidi baiq
Read
+Library
g a d i s

g a d i s

Iya tentunya Tapi tidak semuanya Jati yang terus gugur di musim kemarau atau salju yang mencair ketika terik matahari bersinar Apapun di manapun Siapa aku Aku hanya ingin berteriak dan mengatakan Menjadi harapan tanpa kebanggaan itu sangat menyakitkan Gadis, 10/10/2021 Sebuah sajak telah selesai ia tulis, notes ini penuh dengan banyak rangkaian tulisan indahnya 'si punjangga ulung' Febi biasa melebeli Gadis dengan sebutan itu.
9.72.8K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as puisi pidi baiq
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status