Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Jeruji Tanah Anarki

Jeruji Tanah Anarki

“Dedaunanku menari Iringi senandung nabastala Cerah berpendar Sebiru gagang pedangmu Lukaku merona Pancar penuh tawa Atas kabar bersambutnya rasa Dersik pembawa bahagia Katamu akulah sahmura Pendar mewangi helai mahkota Kataku akulah akara Pendar meluruh tiap amerta Sejuk dersik sarayu Simpul terukir kehadiratmu Indah irama jantung bertalu Tuan, nada ini untukmu.” Usai membaca puisi, Shaw mengusap tengkuk. “Aaa ... aku tidak begitu memahami puisinya.” “Tapi puisinya bagus. Kira-kira siapa penulis puisi itu?” Jari telunjuk Bailey mengetuk-ngetuk dagu, otaknya berpikir.
1010.0K viewsOngoingAdded to Library 288 Times as puisi pidi baiq
Read
+Library
Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

"Ehem!" Susan tersedak air liurnya sendiri. Putranya baru berusia lima tahun, tapi cukup pintar! Wajah tampan Federik memerah. Suasananya sangat canggung. "Anakku sayang, jangan asal ngomong. Meskipun menjadi selingkuhan, aku juga selingkuhan yang baik," kata Federik panik. Si kecil bingung, "Oh, ternyata ada selingkuhan baik dan jahat?"
17.2K viewsCompletedAdded to Library 464 Times as puisi pidi baiq
Read
+Library
Kau Buang Aku, Kunikahi Bosmu

Kau Buang Aku, Kunikahi Bosmu

Gadis kecil itu hanya berkata bahwa dia akan membaca puisi dan Siti selama ini juga hanya melihat anaknya berlatih menggunakan satu judul puisi saja. Dila yang berada di sisi panggung tampak memberikan sebuah kode pada Putri dan gadis kecil itu juga membalasnya dengan sebuah anggukan. "Saya akan membacakan satu puisi lagi berjudul 'Ibu, Engkau Bidadariku'." Mata Siti terlihat membulat dengan sempurna. Sekarang apalagi yang akan dilakukan oleh Putri? Batinnya.
9.3461.2K viewsCompletedAdded to Library 18.0K Times as puisi pidi baiq
Read
+Library
Perjalanan Sang Perukiyah

Perjalanan Sang Perukiyah

omelnya lagi sambil kembali menutup hidungnya agar tidak mencium aroma tak sedap yang berasal dari pocong yang ada di hadapannya. "Sayang ... baca doa!" titah suaminya. "Au'dzubikalimatillahi tammati minsyari maakholaq," ucap Bai sembari melempar tasbihnya ke arah makhluk tersebut. Makhluk itu pun terlihat bergerak tak tentu arah sambil mengeluarkan suara yang membuat bulu kuduk meremang. Bai dan Ken tak pernah lepas doa. Hingga ... makhluk itu perlahan hilang dan kembali berubah menjadi kepulan asap hitam pekat dan pergi melewati tempat yang sama saat dia masuk tadi.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 47 Times as puisi pidi baiq
Read
+Library
LOVE: Nirvana & Hell

LOVE: Nirvana & Hell

Lirik lagunya kira-kira seperti ini: Lagu terdengar seperti nyanyian dewi dengan jiwa dari seruling giok Secangkir anggur yang memabukkan mengiringi tarian pedang bersama angin Sesosok berjubah putih lewat dengan elegan Istana baru berukirkan emas, suara bara api yang menggema Guratan tebal tinta menanggalkan barisan puisi indah Jubah putih dan pedang bisa menahan asmara Pegunungan dan liuk sungai tak mengingat masa lalu Menulis puisi untuk kesenangan dan menghilangkan kecemasan Dia berkata, bahwa dirinya adalah jelmaan dewa yang jatuh pada istana giok yang sulit membuatnya tinggal Turun ke dunia fana hanya untuk bersulang anggur Mata bergairah, hanya karena sedikit guratan, sedikit puisi, d
3.5K viewsCompletedAdded to Library 91 Times as puisi pidi baiq
Read
+Library
Iblis Suci Pemilik Pedang Surga

Iblis Suci Pemilik Pedang Surga

“B-ba-gaimana bisa?” Bai Jia bersedih, tapi setidaknya ada sedikit kebanggaan karena bisa membuktikan sendiri kehebatan dari seorang Dewa Weiqi. Namun, .... “Guru, apakah ini artinya aku tidak akan naik ke lantai selanjutnya?” tanya Bai Jia, “aku sudah kalah dari guru.” “Kata siapa kau harus mengalahkanku bermain Weiqi untuk bisa naik ke tingkat selanjutnya?” ucap Wei Qi.
1012.7K viewsCompletedAdded to Library 394 Times as puisi pidi baiq
Read
+Library
MENGEJAR IMPIAN DAN BERTEMU CINTA SEJATI

MENGEJAR IMPIAN DAN BERTEMU CINTA SEJATI

"Hmmm, mengapa aku selalu merindukannya? Namanya selalu bertahta di dalam hati dan pikiranku. Di tengah kegalauannya, Raidi menulis puisi untuk teman lamanya itu. SAJAK SANG KEKASIH Engkau sang pengusik rindu Kepadamu ku tuliskan sebuah puisi Puisi tentang kisahku dan kisahmu Yang selalu bertahta dalam ilusi Wahai sang pemilik hati Untukmu, kutuliskan subuah kisah Kisah tentang imajinasi Untukmu sang kekasih Wahai sang pemilik rasa Bayangmu selalu memenuhi imajinasiku
2.6K viewsOngoingAdded to Library 94 Times as puisi pidi baiq
Read
+Library
Penguasa hati

Penguasa hati

Kuberdoa setiap malam Menemui Sang Penguasa alam Memohon satu hal yang kudamba Kuminta namaku tertulis dalam jalan takdirmu Bukan hanya sebagai pemeran figuran Hanya lewat dalam kehidupanmu yang keras Atau sang antagonis Sering kali menyakiti perasaanmu yang lembut Namun, sebagai cahaya yang menerangi hatimu Dan menjadi penguasa di dalamnya Senyum merekah di bibir berwarna merah muda tanpa lapisan lipstick itu. Ia segra menyambar gawainya. Mahesa Kamu bisa nulis puisi? Wibi Sebenarnya tidak, tapi entah, tiba-tiba bisa. Mungkin karena cinta, manusia papah sepertiku pun akhirnya menjadi seorang pujangga.
103.7K viewsCompletedAdded to Library 130 Times as puisi pidi baiq
Read
+Library
Bertemu di Perancis

Bertemu di Perancis

Puisi ini Ten wiersz jest Garis surya di dinding Żyłką słoneczną na ścianie Seperti semua fotografi musim semi Jak fotografia wszystkich wiosen Aku akan membawakanmu beberapa nyanyian hujan Kantyczki deszczu wam przyniosę Nada musik pudar di lonceng langit Wyblakłe nutki w nieba dzwon Seperti menghirup angin muda Jak młodym wiatrem oddychanie
105.2K viewsCompletedAdded to Library 170 Times as puisi pidi baiq
Read
+Library
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

HAHAHAHAHA HAHAHAHAHA “Ieu anu urang resep ti maneh Ki Bajra, maneh bijak, sopan jeung ngahargaan urang salama maneh ngilu jeung urang. (Ini yang aku suka dari kamu Ki Bajra, kamu bijak, sopan serta menghargai aku selama kamu ikut denganku. )” “Nya engeus, ayeuna duruk si Asri Manik! (Ya sudah, sekarang bakar si Asri Manik!)”
9.8683.3K viewsCompletedAdded to Library 15.7K Times as puisi pidi baiq
Show Reviews (174)
Read
+Library
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Read All Reviews
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status