PELAKOR KAPOK
Baru terasa uang segitu besar nilainya.
"Ini mba, sama tambah air mineralnya dua ya, jadi berapa?" Aku menyerahkan uang lima puluh ribu rupiah pada Mba warteg.
"Pas ya, Mba." Dengan muka lesu aku mengangguk. Ya, duitnya tinggal seratus lima puluh ribu. Cukup gak ya buat besok. Kalau sekali makan lima puluh ribu bisa boros, belum lagi rokok Mas Lengga. Au Agh pusing. Sepanjang jalan kembali dari warteg aku terus memikirkan sisa uang dalam kantongku.