MasukPacar online-ku adalah bosku, tetapi dia tidak tahu soal ini. Dia terus minta ketemuan dan aku terus menolak. Pada akhirnya, aku memutuskan hubungan kami dengan tegas. Mood-nya langsung menjadi buruk. Seluruh staf harus menemaninya lembur. Bagaimana ini? Demi kesehatan fisik dan mentalku, sebaiknya aku balikan dengannya.
Lihat lebih banyakBiasanya, proyek baru terletak di daerah pinggiran yang cukup jauh. Saat ini sudah malam sehingga jalanan sepi. Jantungku berdebar kencang. Aku berusaha untuk tetap tenang dan berkata kepada Jerry, "Pak Jerry, tolong berhenti sebentar. Aku agak mual."Jerry tidak berhenti. Aku mengulanginya sekali lagi, tetapi dia malah tertawa. "Aku heran saat kamu menolakku waktu itu. Ternyata karena kamu sudah dekat dengan pria lain yang lebih hebat. Kamu bahkan berani mengataiku di media sosial? Sofia, kamu hebat sekali!"Aku tidak menunjukkan ekspresi apa pun. "Aku bilang sekali lagi, berhenti sekarang atau aku bisa bertindak nekat."Jerry tertawa. "Kalau aku nggak salah, obat itu sudah mulai bekerja. Di sini nggak ada orang, nanti kamu masih harus meminta bantuanku." Kemudian, dia menghentikan mobilnya dan menoleh kepadaku. "Atau kamu lebih suka di luar daripada di dalam mobil?"Tiba-tiba, Jerry teringat sesuatu. "Oh, dua tahun lalu ada juga seorang staf wanita yang tampaknya enggan. Dia dari per
Ternyata begini ceritanya. Aku terpaksa bersandiwara. Aku menunduk dengan ekspresi penuh rasa bersalah dan canggung."Mengenai hal ini, aku benar-benar minta maaf. Kemarin aku nggak sengaja terjatuh dan wajahku langsung mengenai tubuh Pak Barry. Untungnya dia baik dan menahanku. Aku yang malu." Setelah itu, aku melambaikan tangan. "Jangan dibahas lagi, aku ingin sekali melupakan masalah itu.""Begitu ya."Para staf yang diam-diam mendengarkan gosip pun kehilangan minat dan mengalihkan perhatian mereka. Letticia mengedipkan mata. Sulit untuk diprediksi, apakah dia percaya atau tidak. "Bagus kalau begitu, hubungan di kantor memang kurang baik."Kemudian, dia melanjutkan, "Kebetulan ada proyek yang harga per unitnya kurang masuk akal dan perlu didiskusikan dengan pihak kontraktor. Aku nggak punya waktu hari ini. Sofia, tolong tangani ya."Orang-orang sudah lama menunggu di ruang pertemuan. Begitu masuk, aku langsung melihat wajah yang familier dan agak menjengkelkan.Sial sekali, pria itu
"Hah?" Aku tertegun sejenak. "Aku nggak bisa minum alkohol.""Nggak boleh begitu dong. Begitu terjun ke masyarakat, seseorang harus belajar minum alkohol," sahut Letticia tanpa peduli. Kemudian, dia menyerahkan gelas kecil yang berisikan anggur penuh sambil berkata dengan nada penuh perhatian, "Kamu akan bisa setelah mencobanya."Sebelumnya, ada seorang gadis yang diperkenalkan dengan cara yang terkesan penuh perhatian kepada para pemimpin. Kemudian, dipaksa untuk bersulang tanpa henti. Namun, gadis itu alergi alkohol.Dia jelas- jelas sudah mengatakan itu sebelumnya, tetapi masih dipaksa minum hingga akhirnya dibawa ke rumah sakit. Tidak lama setelah itu, dia mengundurkan diri.Peristiwa itu terjadi dua tahun yang lalu. Aku sama sekali tidak menyangka aku akan menjadi yang berikutnya.Aku merasa sangat tertekan melihat orang di sekeliling yang menatapku. Sementara itu, Letticia hanya tersenyum menatapku. "Sofia, ada banyak pemimpin yang mengawasimu. Kamu harus memberi hormat kepada me
Aku terlalu terbawa perasaan sehingga tiba-tiba menggebrak meja, membuat Barry terkejut.Wajah Barry jelas terlihat bingung, ekspresinya yang linglung ini malah membuatnya terlihat agak lucu.Saat ini, aku baru sadar bahwa orang yang ada di dunia maya itu sama dengan orang yang ada di dunia nyata.Aku berdeham. "Maaf, Pak. Aku tiba-tiba sakit perut, mau ke toilet sebentar. Kamu urus kerjaanmu saja dulu."Setelah itu, aku mengambil ponsel di meja dan pergi ke toilet.Barry masih kebingungan. "Oh ... ya sudah."Di ponsel ada tombol log out. Aku buru-buru menekan tombol itu dan merasa lega. Masalahnya adalah Barry suka menjelaskan panjang lebar. Jika pojok kanan bawah layar komputer berkedip, sekalipun tidak dibuka, aku tetap bisa ketahuan jika tetikus mengenainya.Aku membalas pesan satu per satu. Setelah membalas semuanya, aku berlama-lama di toilet dulu sebelum kembali.Saat aku kembali, Barry sudah hampir selesai melihatnya. Dia lantas memberitahuku bagian mana saja yang perlu diperba






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan