Terpaksa Menikahi Atasanku
Sagara mengangguk paham, lalu tanpa banyak bicara, ia menarik piring gurame ke arahnya dan mulai memisahkan duri-duri ikan itu satu per satu, hati-hati, rapi, diam-diam.
Beberapa menit kemudian, ia mendorong piring berisi daging ikan murni ke arah Latisha.
“Sudah saya pisahkan. Sekarang kamu bisa makan.”
Latisha menatapnya, tertegun. Ada perasaan hangat yang merayap diam-diam ke dadanya.
“Pak…”
“Cepat dimakan,” potong Sagara pelan. “Besok kamu sibuk, kan? Harus banyak energi.”
Bab Populer