공유

BAB 36

작가: Rose
last update 게시일: 2025-08-04 10:21:17

"Yakin mau ke rumah Mama?" tanya Sagara sambil melirik sekilas ke arah Latisha yang duduk di kursi penumpang.

Latisha menoleh sebentar lalu mengangguk pelan, ragu. Ia sendiri tahu hubungan dengan mamanya masih renggang, perang dingin belum berakhir, dan ia belum siap untuk kembali ke sana. Tapi bibirnya terlanjur mengucapkan hal itu, tadi pagi, tanpa pikir panjang.

Sagara mendengus kecil. "Saya tahu kamu bilang begitu karena nggak mau pergi sama saya, kan?"

Latisha langsung mengerucutkan bibir,
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (1)
goodnovel comment avatar
Zainal Arifin
lanjut eps berikut ny min
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Terpaksa Menikahi Atasanku   BAB 83

    "Oh, ternyata ada kamu?" Suara bernada sinis itu memecah keheningan.Latisha menoleh perlahan.Seorang wanita berdiri beberapa langkah darinya. Rambutnya tertata rapi, gaun mahal yang dikenakannya membalut tubuh dengan sempurna. Tas bermerek tergantung anggun di lengannya, sementara tatapan matanya dipenuhi rasa merendahkan. Bibirnya melengkung tipis, lebih menyerupai senyum mengejek daripada sapaan.Wanita itu melangkah mendekat dengan dagu terangkat, seolah kehadirannya saja sudah cukup untuk menunjukkan siapa yang lebih berkuasa di tempat itu."Masih berani juga kamu menginjakkan kaki di sini?" tanyanya. "Atau... jangan-jangan kamu datang buat minta bantuan pada papamu?"Latisha memandangnya tanpa banyak ekspresi. Tatapannya datar, begitu tenang hingga membuat Rosa sedikit terganggu."Kalau memang saya datang untuk menemui beliau," jawab Latisha pelan, "rasanya saya tidak perlu meminta izin kepada siapa pun."Rosa terkekeh sinis."Kamu masih saja merasa punya hak di keluarga ini?"

  • Terpaksa Menikahi Atasanku   BAB 82

    Latisha memandang ke arah pintu yang baru saja ditutup Sagara. Dadanya dipenuhi kegelisahan. Semakin dipikirkan, semakin ia merasa ada sesuatu yang belum terungkap."Ma..." panggilnya pelan sambil menoleh kepada sang ibu. "Kayaknya aku harus ke kantor."Hana langsung mengernyit. "Ke kantor? Untuk apa, Cha?""Aku mau ketemu Papa.""Papa?" Hana tampak semakin bingung.Latisha mengangguk mantap."Setidaknya aku harus tahu kenapa mereka sampai mengusik bisnis Mas Sagara." Tatapannya berubah sendu. "Masalah ini awalnya berkaitan denganku dan keluarga kita. Mas Sagara seharusnya tidak ikut dilibatkan."Hana menghela napas panjang. Ia memahami apa yang sedang dipikirkan putrinya, tetapi sebagai seorang ibu, ia tak bisa menyembunyikan kekhawatirannya."Kamu yakin ingin ke sana sekarang? Mama takut mereka justru memanfaatkan keadaan.""Aku nggak akan bertindak gegabah, Ma." Latisha menggenggam tangan ibunya. "Aku cuma ingin mendengar penjelasan Papa. Kalau memang ada sesuatu yang selama ini di

  • Terpaksa Menikahi Atasanku   BAB 81

    "Jujur sama saya," ucap Sagara pelan, matanya tak lepas menatap wajah istrinya. "Kamu sebenarnya sudah tahu permasalahan yang sedang terjadi, kan?"Latisha terdiam beberapa saat. Senyum tipis yang sejak tadi berusaha dipertahankannya perlahan memudar. Ia mengembuskan napas pelan, lalu mengangguk kecil."Iya," jawabnya lirih. "Aku sudah tahu."Tatapannya turun ke cangkir teh hangat di tangannya. Jemarinya mengusap pelan bibir cangkir, seolah mencari keberanian untuk melanjutkan kalimat berikutnya."Maafin aku ya, Mas..." suaranya nyaris berbisik. "Karena aku, kamu jadi ikut kena."Sagara langsung menggeleng tanpa ragu. Ia menggeser duduknya lebih dekat, lalu menggenggam tangan Latisha yang terasa dingin."Hei..." panggilnya lembut, menunggu hingga Latisha kembali menatapnya. "Ini bukan salah kamu, Sayang."Ia mengusap punggung tangan istrinya perlahan, berusaha menenangkan rasa bersalah yang jelas tergambar di wajah wanita itu."Yang salah adalah orang-orang yang sengaja menyebarkan fi

  • Terpaksa Menikahi Atasanku   BAB 80

    Latisha yang sedang menyusun beberapa potong kue tahu di atas piring segera menoleh saat mendengar suara pintu depan terbuka. Senyum hangat langsung mengembang di wajahnya, seolah menyambut kepulangan suaminya seperti hari-hari biasa."Mas, pulang..." sapanya lembut.Sagara menghentikan langkahnya sesaat. Jas yang masih melekat di tubuhnya belum sempat dilepas, sementara wajahnya menyimpan lelah yang begitu kentara. Ia membalas senyum Latisha dengan tipis, lalu mengangguk pelan."Iya."Latisha menghampirinya. Jemarinya dengan cekatan mengambil tas kerja dari tangan Sagara, lalu meletakkannya di atas sofa."Capek banget, ya?" tanyanya lirih sambil mendongak menatap wajah sang suami.Sagara kembali mengangguk singkat.Tatapan Latisha melembut. Tak perlu penjelasan panjang, ia sudah bisa membaca betapa berat hari yang dilalui pria itu. Garis lelah di wajahnya, mata yang sedikit memerah, hingga napas panjang yang beberapa kali terembus pelan sudah lebih dari cukup untuk menjelaskan semuan

  • Terpaksa Menikahi Atasanku   BAB 79

    "Sialan!"Umpatan itu meluncur begitu saja dari bibir Sagara, memecah sunyi ruang kerjanya. Untuk pertama kalinya sejak sengketa lahan proyek Dirgantara mencuat, ia benar-benar kehilangan kendali atas emosinya. Rahangnya mengeras, sementara jemarinya mencengkeram sisi meja hingga buku-buku jarinya memutih. Tatapannya terpaku pada layar laptop yang dipenuhi deretan pemberitaan dari berbagai media daring.Proyek Dirgantara Kembali Disorot, Sengketa Lahan Memanas.Setelah Identitas Latisha Terungkap, Publik Pertanyakan Hubungan Kusumawardhana dan Dirgantara.Muncul Dugaan Keluarga Kusumawardhana Sedang Mengusik Bisnis Dirgantara.Pengamat Nilai Posisi Latisha Atmaja Berpotensi Memengaruhi Stabilitas Dirgantara.Sagara mengembuskan napas pelan, lalu menggulir layar dengan jemari yang mulai menegang. Semakin banyak artikel yang ia baca, semakin jelas pola yang sedang dibangun. Tidak ada satu pun media yang secara gamblang menuduh keluarga Kusumawardhana berada di balik sengketa proyek itu.

  • Terpaksa Menikahi Atasanku   BAB 78

    "Daniel."Suara Nadya menghentikan langkah Daniel yang baru saja kembali dari ruang rapat. Tangannya masih membawa beberapa map ketika menoleh ke arah sumber suara."Eh, Mbak Nad?" Daniel tersenyum kecil. "Ada apa? Kok serius amat mukanya?""Sebentar, boleh?"Daniel melirik meja kerjanya yang tinggal beberapa langkah lagi, lalu mengangguk."Boleh, dong."Ia berjalan menghampiri Nadya, kemudian tanpa sungkan duduk di kursi yang dulu biasa ditempati Latisha. Kebiasaan itu membuat Nadya sempat tersenyum tipis. Bahkan setelah Latisha mengundurkan diri, kursi itu masih terasa seperti miliknya."Nah, sekarang cerita. Ada apa?"Nadya mengembuskan napas pelan. "Maaf kalau pertanyaan gue kedengarannya nggak sopan."Daniel langsung mengernyit."Loh, kenapa jadi minta maaf? Mbak kan senior saya. Walaupun saya adiknya Mas Sagara, tetap aja di kantor saya junior Mbak."Candaan itu sedikit mencairkan suasana.Namun raut wajah Nadya tak banyak berubah. Ia menoleh ke kanan dan kiri, memastikan tak ad

  • Terpaksa Menikahi Atasanku   BAB 7

    Latisha menatap pantulan dirinya di cermin. Kebaya putih sederhana membalut tubuhnya dengan anggun, memberikan kesan lembut sekaligus elegan. Tapi keindahan itu tak mampu menyamarkan kegundahan di matanya.Detik-detik menjelang akad, keraguan justru semakin menguat. Ia masih belum benar-benar yakin

  • Terpaksa Menikahi Atasanku   BAB 6

    "Jelaskan pada Mama."Tatapan Hana menusuk, penuh tuntutan. Ia menanti jawaban. Selama ini ia mengira Tisha hanya butuh waktu untuk memulihkan diri setelah pernikahannya batal. Namun malam ini, putrinya datang bersama seorang pria asing—dan memperkenalkannya sebagai calon suami."Seperti yang Icha

  • Terpaksa Menikahi Atasanku   BAB 5

    Latisha membeku di tempat. Tatapannya terkunci pada mobil putih yang baru saja berhenti di seberang jalan. Saat pintunya terbuka dan sosok yang tak asing melangkah keluar, napasnya tercekat.Danu.Dengan kemeja putih tergulung di lengan dan potongan rambut cepak rapi khas abdi negara, pria itu berj

  • Terpaksa Menikahi Atasanku   BAB 4

    “Lo habis ngapain di ruangan Pak Saga?” tanya Nadya penasaran, menghampiri Latisha yang baru saja kembali ke mejanya dengan wajah lesunya. Latisha hanya menghela napas kasar sebelum meletakkan tas selempangnya di atas meja.“Gue... nerima tawaran Pak Saga,” jawab Latisha lirih, seakan kalimat itu

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status