Bara Dendam Sagara
Jantung Sekar berdebar lebih kencang, bukan karena pertempuran, tapi karena kehadiran Sagara yang begitu dekat.
“Jangan menabrak badai jika kau bisa melipatnya,” bisik Sagara tepat di dekat telinganya. Suaranya rendah, tenang, namun memiliki bobot yang tak terduga. “Percayalah padaku.”
Sekar sedikit menegang. Memercayainya? Setelah semua yang ia tunjukkan semalam? Ia tahu Sagara bukan orang biasa. Cara bergeraknya, pengetahuannya tentang medan, semua itu bukti. Tapi kali ini, menghadapi tiga prajurit bersenjata.
Hot Chapters