로그인Seminggu sebelum hari bahagianya, Latisha justru dihadapkan pada pengkhianatan paling menyakitkan, calon suaminya berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Segala persiapan pernikahan yang telah disusun dengan rapi mendadak berubah menjadi kekacauan. Undangan sudah tersebar, gedung telah dipesan, dan ibunya sama sekali menolak mendengar kata "batal"—karena semua sudah siap, seratus persen tanpa celah. Saat Latisha berada di ambang putus asa, tawaran tak terduga datang dari pria yang tak pernah ia bayangkan "Menikahlah dengan saya." Sagara—atasan yang dikenal dingin, logis, dan nyaris tak tersentuh. Bukan cinta yang ia tawarkan, melainkan sebuah kesepakatan. Pernikahan tanpa rasa, sekadar untuk menyelamatkan reputasi dan menghindari tekanan keluarga. Namun, akankah sebuah pernikahan yang dimulai tanpa cinta bisa bertahan? Atau justru, perasaan itu akan tumbuh... di antara kebisuan dan kebersamaan yang tak direncanakan?
더 보기“Mas…” sapa Latisha pelan saat masuk ke kamar. Ia mendapati Sagara sudah duduk bersandar di headboard ranjang, ponsel masih berada di tangannya. Sagara mengangkat kepala, lalu meletakkan ponselnya di atas nakas. Tangannya menepuk pelan sisi ranjang di sebelahnya. “Sini,” ujarnya singkat. Latisha berjalan mendekat, lalu naik ke atas ranjang dan ikut bersandar di headboard. Ia menarik selimut untuk menutupi kedua kakinya. “Seru banget ya, ngobrolnya?” tanya Sagara, menoleh ke arahnya. Latisha tersenyum cerah. “Seru, Mas. Ngobrol sama Rere itu enak banget. Kita kayak satu frekuensi,” ujarnya dengan mata berbinar. Sagara ikut tersenyum, memperhatikan ekspresi bahagia di wajahnya. “Rere?” “Iya. Soalnya dia nggak mau aku panggil mbak, kakak, atau apa pun. Katanya cukup nama aja. Jadi aku panggil dia Rere,” jelas Latisha. Sagara menarik tubuh Latisha hingga bersandar di bahunya. “Dia memang suka kelihatan muda terus,” ucapnya ringan, lalu melanjutkan, “tapi kamu tahu nggak? ‘R
“Mas, yakin mau biarin Mbak dibawa Rena?” tanya Daniel, matanya mengikuti dua perempuan yang sudah berjalan ke ruang tengah dengan begitu akrab.Sagara menghela napas panjang, lalu mengangkat bahu samar. “Setidaknya kalau sama Renata, dia bisa melupakan sejenak masalahnya.”Daniel mengangguk pelan, mengerti.“Terus… soal itu gimana, Mas? Semalam Ibu hubungi aku,” lanjut Daniel hati-hati. “Sebenarnya Ibu nggak masalah sama latar belakang Latisha."Sagara menoleh cepat. “Ibu bilang apa?”“Ibu khawatir sama kondisi menantunya,” jawab Daniel. “Ibu nyaranin supaya Latisha tinggal di sana dulu, biar lebih tenang.”Sagara terdiam. Raut wajahnya berubah, membuat Daniel menyipitkan mata curiga.“Lho, kok mukanya malah nggak setuju gitu?” tanya Daniel.Ia lalu menyeringai tipis, nada suaranya mulai menggoda, “Jangan bilang… Mas takut LDR?”Daniel terkekeh pelan melihat perubahan ekspresi kakaknya.“Serius, Mas? Segitunya?” godanya lagi.Sagara mendecak, menatap adiknya sekilas sebelum kembali m
“Ca!” Daniel spontan menyapa saat melihat Latisha akhirnya pulang ke rumah. “Mas Gara di mana?” tanya Latisha sambil menoleh ke sekeliling, mencari keberadaan suaminya. Seharusnya, jam segini Sagara sudah ada di rumah, bukan? “Ada di ruang kerja. Lagi ada...” Daniel menggantung kalimatnya. “Tamu?” sambung Latisha cepat. Daniel terdiam sejenak, lalu mengangguk pelan. Namun, tatapannya justru beralih pada kotak makanan yang dibawa Latisha. “Bawa makanan, ya?” tanyanya dengan nada antusias. Latisha tersenyum tipis. “Iya. Aku siapin di meja makan, ya.” Setelah itu, ia berjalan ke arah dapur. Begitu Latisha menghilang dari pandangan, Daniel langsung mengembuskan napas lega. Tanpa membuang waktu, ia berlari kecil menuju ruang kerja Sagara. “Kenapa?” tanya Sagara yang baru saja keluar dari ruangan bersama seorang wanita, Renata sepupu sekaligus rekan bisnis Sagara. Sebenarnya tidak ada yang salah. Namun, karena situasinya sedang tidak baik-baik saja, Daniel jadi khawatir. Apalagi,
Hari ini, Latisha memilih mengajukan izin tidak masuk kerja. Keadaannya benar-benar tidak memungkinkan baginya untuk tampil di hadapan publik. Kabar yang beredar sejak kemarin nyaris sudah melebar ke mana-mana, apalagi nama papanya adalah salah satu yang kerap menjadi sorotan. “Mama mau bicara sebentar,” suara Hana terdengar dari balik pintu kamar, terdapat kegelisahan di wajahnya.Latisha menoleh. “Iya, Ma. Ada apa?”Hana mendekat, lalu duduk di tepi ranjang. Ia menghela napas panjang, seolah sedang menimbang kata-kata yang terlalu berat untuk diucapkan.“Kabar tentang siapa kita sebenarnya… sebentar lagi akan tersebar. Mama cuma mau tanya satu hal,” ucapnya hati-hati. “Apa mertuamu sudah tahu tentang siapa kita?”Latisha terdiam. Pertanyaan itu seperti menghantam tepat di dadanya. Ia bahkan belum pernah benar-benar membicarakan semua ini pada Sagara. Suaminya itu tidak pernah mempersoalkan masa lalu atau asal-usulnya, seolah semua itu tak pernah menjadi masalah. Namun orang tua Sag
Sagara menatap Latisha dalam-dalam, memastikan bahwa ia tidak salah melangkah. Tatapannya lembut, tapi penuh kehati-hatian. “Saya tahu, hal ini nggak mudah buat kamu,” ucapnya pelan. “Tapi… kamu nggak masalah kalau kita bahas malam ini?”Latisha menarik napas panjang, lalu menghembuskannya perlahan
“Ada masalah?” tanya Sagara tiba-tiba. Suaranya tenang, tapi cukup untuk membuat Latisha yang sejak tadi melamun mengangkat kepala. Tatapannya bingung, sedikit kaget.“Enggak kok,” jawabnya cepat sambil tersenyum tipis. “Emangnya kenapa, Mas? Ada yang aneh dari aku?”Sagara tidak langsung menjawab.
Sagara baru saja kembali dari dapur dengan segelas air di tangan ketika suara lembut namun tegas itu menghentikan langkahnya. Malam sudah larut, rumah hampir sepenuhnya sunyi, namun satu panggilan itu menghentikan langkahnya.“Sagara.”Ia menoleh.“Ya, Ma?” tanyanya pelan, menatap Hana yang berjala
Pagi ini seharusnya menjadi pagi yang paling membahagiakan bagi Latisha. Pagi yang ringan setelah semua beban yang ia lepaskan lewat deeptalk bersama Sagara semalam. Untuk pertama kalinya dalam berbulan-bulan, ia merasa bisa bernapas tanpa beban.Namun semua itu runtuh begitu ia melangkah masuk ke
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
리뷰