Revenge
Bagaikan mendapat tenaga baru, Claudia bergerak cepat merangkak dengan menggesekan tubuhnya karena kakinya tidak bisadigunakannya untuk bertumpu.
Jalan yang diambilnya adalah jalan yang tidak pernah dilalui wanita kejam, karena sangat beresiko mengambil jalan yag bisa berpapasan dengan wanita kejam ini walaupun lebih dekat ke pusat kota.
Suara deru mobil dan lampu yang menyilaukan terasa oleh Claudia yang sudah berada di antara rerumputan ilalang yang tinggi.
"Wanita kejam ini sudah kembali! Niat sekali dia menyiksaku, sampai hijan-hujan begini masih menyempatkan waktu untuk menemuiku," ujarnya dalam hati.
Hot Chapters