Kisah Para Penggetar Langit
“Bukan, Lopek. Ini adalah huruf gabungan aksara Tionggoan dan aksara kaum barat itu. Kaum barat itu adalah kaum yang hidup di gurun pasir, dan sangat menyukai sastra. Mereka juga adalah pengelana. Mereka berkelana menyebarkan agama baru itu sampai ke Tionggoan. Mereka lalu tinggal menetap dan berbaur dengan penduduk asli kita. Bahkan mereka menganggap diri mereka sebagai orang Tionggoan. Sehingga mereka pun menggabungkan aksara Tionggoan dengan aksara asli daerah asal mereka. Maka terciptalah aksara yang ada di buku ini.”
“Darimana kau tahu?”
“Dari mendiang Ayah. Beliau yang bercerita kepada saya,” lanjutnya, “Kata Ayah, ilmu mereka tinggi sekali. Bahkan ketinggian ilmu mereka itu sulit diuk