Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
(A)Gus Nazril

(A)Gus Nazril

"Ya enggak mesti langsung pada pamit Lin, biasanya kalau yang enggak kuliah atau nikah masih pada disini nerusin ngaji, itu kemarin juga santri baru alhamdulillah sudah masuk banyak cuma kan belum mulai datang kesini." "Seneng ya! Tadi aku lihat pada nangis ketemu sama orangtuanya yang jauh-jauh. Dulu aku enggak pernah ngerasain ikut wisuda di panggung kaya begitu." Katanya sambil melipat kardus makanan, kita lagi pada santai sambil bantuin nyiapin keperluan buat nanti malam. "Memang di pesantren kamu dulu enggak ada acara seperti ini?"
1089.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai kehidupan santri di pesantren
Tampilkan Ulasan (38)
Baca
+Pustaka
Eneng Susanti
ini pakai POV campuran ya? Baru ngeh ... saking seru dan ngalirnya cerita. Keren banget ada romance religi yang populer kayak gini. Ikut senang lihatnya. Bikin semangat bikin karya. Saya juga nulis romance religi. Salam dari Khair dan Khaira, ya, Kak. Semoga bisa populer juga :D
Sophie Soffin
bagus menurutku, ada comedy nya ada sedihnya, ada senengnya jg. serius baca smpe terbawa cerita. ikut emosi wktu nazril lya nikah, eh trnyta cm mimpi. ikut kaget dan gak percaya lya kakaknya ralin trnyta mntannya nazril dan ketika tante rani nikah.
Baca Semua Ulasan
Dua Sisi

Dua Sisi

“Kita ini hidup di pesantren. Ya kita harus patuhi aturan pesantren.” “Termasuk makan juga ada aturannya?” “Iya. Kita Cuma bisa makan telur, ikan, dan minum susu di hari Minggu saja. Selain hari itu, kita makan ala kadarnya.” “Ini pesantren apa penjara, sih? Makan aja pakek diatur-atur segala.” “Ini aturan yang baik buat kita, Ra.”
108.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 243 kali sebagai kehidupan santri di pesantren
Baca
+Pustaka
Dinodai Sebelum Malam Pertama

Dinodai Sebelum Malam Pertama

Ia pun senantiasa berusaha menenangkannya dengan ‘caranya’. “Salwa bukan sedih atau tertekan karena belajar! Ia terkekang hidup di pesantren termasuk aturan-aturan di dalamnya. Mungkin itu lebih masuk akal, Sayang! Hem, kau lebih mengenal adikmu yang tak bisa diam itu,” terkekeh Darren mengutarakan pendapatnya. “Sayang, kau terlalu berlebihan! Biarlah ia sesekali merasakan hidup bersama para santri lain. Belajar adaptasi, survive dan sosialisasi!” Kembali ia menghidu aroma rambut istrinya yang membuatnya candu. “Sayang, setiap hari rambutmu wangi! I love it,”
10147.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.4K kali sebagai kehidupan santri di pesantren
Baca
+Pustaka
Luka di Balik Senyum Istriku

Luka di Balik Senyum Istriku

kata Najma sambil dengan pandangannya ke depan seolah sedang menerawang melihat perjalanan rumah tangganya dan rumah tangga kedua orang tuanya. "Lucu kenapa?" tanya ummi mengerutkan keningnya "Lucu, karena sama-sama di poligami," gumam Najma disertai kekehan kecil yang keluar dari mulutnya. **** Semakin sore pesantren semakin rame karena kehadiran para wali santri yang hampir semuanya sudah tiba di pesantren. Asrama para santri tak muat untuk menampung para orang tua, sehingga ada beberapa bahkan hampir semua wali santri membawa tikar untuk mereka gelar di halaman asrama untuk mereka istirahat, dan anak-anak mereka akan duduk lesehan berbaur bersama keluarganya sambil menikmati makanan yang
8.3116.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai kehidupan santri di pesantren
Baca
+Pustaka
Cinta Tiga Bidadari

Cinta Tiga Bidadari

Waktunya habis digunakan untuk mengurusi pesantren. Pesantren Al-Istiqomah memiliki tiga tingkatan pendidikan, yaitu awwaliyah, wustho dan Ulya. Satu tingkat pendidikan saja memiliki ribuan santri, baik putra maupun putri. Posisinya di pesantren sebagai wakil ketua yayasan membuat dia tidak bisa kemana-mana, harus stay di pesantren. Dia tidak mau seperti ustadz-ustadz lain yang memenuhi undangan sampai keluar daerah hingga pada akhirnya membuat pesantren tidak terurus.
1013.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 384 kali sebagai kehidupan santri di pesantren
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri Duda Muda

Menjadi Istri Duda Muda

“Baik itu ilmu dunia maupun ilmu akhirat. Semuanya sama-sama berguna untuk kehidupan kita sehari-harinya. Ilmu itu bisa kita dapatkan dimana pun dan juga kapanpun. Apalagi di pesantren, ilmu sangat banyak bertebaran disini. Tugas kita adalah mencari, memiliki, dan mengamalkan. Agar ilmu kita terus bertambah dan bermanfaat,” “Wahai santri, selalu bersemangat lah dalam menuntut ilmu. Sebab kita di pesantren itu tidak lama. Hanya beberapa tahun saja, jadi gunakan waktu kalian sebanyak-banyaknya untuk memperoleh ilmu dari guru-guru kalian. Dengan terus mencari ilmu, kehidupan kita akan terus tertata. Amiin amiin ya robbal aalamiin,”
6.922.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 602 kali sebagai kehidupan santri di pesantren
Baca
+Pustaka
Mendadak dipinang Ustaz Idaman

Mendadak dipinang Ustaz Idaman

Bab 53 Birru menatap miris jemari Chacha yang tadi pagi ia obati. Ia usap pelan-pelan, “Mau ke kebun stroberi nggak?” tawar Birru. Kompleks pesantren ada banyak sekali kebun buah organik. Karena memang di sana sistemnya pesantren modern. Tidak hanya fokus pada keagamaan tapi juga menggerakan berbagai macam kegiatan yang berpotensi sebagai ladang bisnis dan para santri yang mengerjakannya.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai kehidupan santri di pesantren
Baca
+Pustaka
Ternoda sebelum Malam Pertama

Ternoda sebelum Malam Pertama

Pengertian sekali beliau ini. Acara di pesantren memang selalu menguras tenaga, mau sebanyak apapun yang terlihat dan ikut serta mempersiapkan. Kami bukan hanya mengurus tenda, konsumsi dan tamu. Namun, juga menertibkan ribuan santriwan dan santriwati. "Ayo masuk, ibu sudah masak tadi, Li. Ajak Gus makan siang." Ibu bergeser memberi jalan kami ke dalam.
1023.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 590 kali sebagai kehidupan santri di pesantren
Baca
+Pustaka
PERMINTAAN GILA KAKAKKU

PERMINTAAN GILA KAKAKKU

Masih duduk di atas sajadahnya dan tampak tak ada masalah. Setelah zuhur, kami dibawa keliling-keliling pondok pesantren. Melihat rumah-rumah santri yang dibangun sederhana. Kelas-kelas tempat belajar yang setara dengan sekolah negeri pada umumnya. Ada beberapa pembangunan yang sedang berjalan. Perluasan lapangan olahraga, bangunan sekolah, juga pembuatan bangunan ayam petelur yang lokasinya agak berjarak dari ponpes. Ponpes ini memiliki usaha pertanian dan peternakan yang dikelola oleh santrinya sendiri. Panennya digunakan untuk konsumsi.
10149.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.5K kali sebagai kehidupan santri di pesantren
Tampilkan Ulasan (44)
Baca
+Pustaka
dhee_n@
ini statusx msih bersambung thor, apa ad kemungkinan masih ad lnjutanx thor? stdakx bonchap msh mw lht daffa menmbal sobekan2 RTx, membahagiakan kel kclx aplg risa msh trauma smpe ad adekx cila thor... berkali2 ulang bc ttp sj nyesek... yok bs thor...
Eni Rahayu
seru banget ceritanya,,,, tambahin lagi hall babnya, kuarng puas bacanya kalau cuman 4 bab tiap harinya,,, soalnya bagus banget ini cerita, selalu aku update trs tiap jam, sangking nggak sabaranya aku dengan cerita selanjutnya......
Baca Semua Ulasan
Rahasia Panas Cinta Terlarang

Rahasia Panas Cinta Terlarang

Pagi-pagi keadaan pesantren tak seramai pada siang hingga malam, sebab kebanyakan para santri dan santriwati bersekolah umum. Rata-rata mereka sekolah di tingkatan MTs dan MA. Para mbak-mbak yang ngandi ndalem sibuk dengan kegiatan ibu rumah tangga, seperti menyapu, memasak, dan mencuci pakaian keluarga Kiyai. Sementara itu, kang-kang yang membantu di pesantren terlihat sibuk merawat halaman, menyiram tanaman, atau memperbaiki peralatan yang rusak.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai kehidupan santri di pesantren
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status