Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SEMALAM DENGAN PREMAN

SEMALAM DENGAN PREMAN

Kenapa ia merasakan benda kecil? Satu detik Dua detik Tiga detik “Aaaaa!” Perempuan itu terpekik kaget. Dengan spontan ia bangun dari baringannya. Terduduk dengan selimut yang ia tarik untuk menutup tubuhnya. Seorang pria yang tadi berada di sampingnya mengerjap. Pria itu mendesis kecil. “Ssshh, pusing …,” ucapnya dengan nada berat.
103.8K viewsOngoingAdded to Library 126 Times as semi action
Read
+Library
Memory

Memory

POV. Aksara Dari pantulan kaca spion, aku melihat Hasna berdiri--dia sempat melambaikan tangan dengan ragu. Aku yakin dia akan menunggu, walaupun aku datang terlambat. Aku pasti datang, itu janjiku.
107.9K viewsCompletedAdded to Library 158 Times as semi action
Read
+Library
Rumah yang Semu

Rumah yang Semu

Setya terdiam cukup lama sebelum akhirnya melanjutkan pembicaraannya lagi. “Tapi masih ada satu hal yang yang bikin aku paling berat ninggalin Semarang buat saat ini Di?” “Okey. Kalo kamu mau cerita, aku disini dengerin kok mas.” “Saat ini aku lagi deket sama seseorang Di” Duaaarrrrrr. Bagaikan petir di siang bolong Diana mendengar ucapan Setya. ‘Tuh bener kan Diana. You’re not the only one’. Sesak rasanya. Tapi Diana masih tetap mendengarkan Setya.
102.1K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as semi action
Read
+Library
Fake

Fake

tambah Kevin heboh, salah satu tukang kompor di geng mereka. “Mau taruhan? Kalau dia main sama gue malam ini, kalian bayar satu juta perorang. Kalau gue kalah, malam ini gue yang traktir gimana?” usul Ali tiba-tiba, mereka tampak antusias setuju dengan gagasan itu. Tidak akan rugi mengeluarkan uang jika mereka mendapatkan sebuah hiburan, Dido dan Adit merasa gelisah feeling mereka sudah tidak enak dan Shena belum kembali ke meja mereka, satu-satunya orang yang berani memberhentikan permainan gila ini ya cuma seorang Raden Akashena Kavi.
2.2K viewsOngoingAdded to Library 43 Times as semi action
Read
+Library
Euforia

Euforia

Akan tetapi, hari ini berbeda. "Yang cepat, ya, Pak. Aku takut kalau lama-lama semobil dengan ini makhluk, takut diterkam, betinanya garang banget," adu Eiden seraya mengusap kedua lengannya seolah sedang merinding. "GUE BUNUH, YA, LO LAMA-LAMA!" ~ "Makasih." Eiden mengernyit. "Udah? Makasih doang, nih?" godanya sambil menaik-naikkan kedua alisnya.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as semi action
Read
+Library
PLAYER

PLAYER

“Yang satu sekretaris, yang satu asisten.” Tepuk tangan dengan sarkasme yang kentara adalah salah satu cara Ervin untuk menyindirnya. Gila! Adam sampai butuh asisten, sementara dirinya … hanya diberi anak magang—Lily—yang bisa cabut kapanpun juga kalau perusahaan mamanya sendiri membutuhkannya. Adam mengeluarkan dua botol cold brew yang dibawakan Yara sehari sebelumnya. “Kopi, Kak.”
1038.6K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as semi action
Read
+Library
Me

Me

Meski Rebin meyakinkan kalau itu bukan kesalahan Lea, Lucia bersihkukuh untuk tidak membiarkan Rebin mengajak Lea agar tinggal dirumahnya. Lea menjalani aktifitasnya seperti biasa, Lea memiliki paras yang cantik dengan tubuh atletis dan enchepalon yang memiliki DHA luar biasa. Dia benar-benar gadis luar biasa dengan ingatan sempurna. Setidaknya begitulah yang dilihat Rebin kala itu. Ya, Rebin tidak salah, karena Lea memang gadis yang seperti itu. Meski sebenarnya dia memiliki Short Memory Syndrome. “ Nyonya, Waktunya makan.” Sahut seorang pria yang mengetuk pintu kamar Lea. Dia memanggil Lea dari luar pintu kamar.
2.6K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as semi action
Read
+Library
Bukan Semata Fisik

Bukan Semata Fisik

Chapter 19 Percakapan yang cukup singkat antara Linara dan Rayhan, didalam panggilan tersebut. Linara merasakan tentram setelah mendengar Rayhan pulang dengan selamat. Mata nya sudah menagih untuk tertutup, menguap sesekali, meregangkan otot lengannya keatas, dan terakhir menarik selimbut untuk membalut diri dari semilir dinginnya angin.
109.9K viewsCompletedAdded to Library 266 Times as semi action
Read
+Library
PART-TIME

PART-TIME

Marianné
Ia sudah siap memegang erat penggaris besinya dan menghembuskan nafas layaknya banteng dalam arena pertarungan. “Jika kau tak bisa lepas dari mainan besimu itu, maka situasinya akan jadi berbeda.” Elena yang tentunya berada di pihak temannya mulai membuat panas seisi ruangan. Sebenarnya, Mr. Sam dan Al itu sama sensitifnya. Tetapi, mereka memiliki perbedaan yang sangat kontras. “Elena benar, bagaimana jika jariku memencet tombol ini ya?” ancam Al tersenyum polos menunjukkan tombol ‘MULAI’ pada aplikasi streamingnya. “Itu akan benar-benar menjadi boomerang bagi anda, Mr. Sam,” tambah Al dengan santainya. “Cih.”
102.5K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as semi action
Read
+Library
SENYAWA

SENYAWA

ucapan Varo pun meluncur begitu saja, namun dengan cepat ia berucap, “kalau kamu ga berkenan, ga apa.” Varo berdiri, kemudian mengambil kunci mobilnya yang tertinggal tetapi saat ia sedang menunduk mengambil kunci mobilnya, “Aku akan ajarkan sebisaku,” pandangan Varo langsung lurus menatap Meera yang ada di depannya. “Mulailah dengan hal kecil di keseharian kamu, Varo,” ucap Meera datar, wajahnya tampak serius. “Seperti?” tanya Varo menuntut jawaban yang lebih.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 61 Times as semi action
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status