Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
DAISY

DAISY

"Sama-sama." Perjalanan pulang, Daisy memilih diam saja ketika Eve dan Austin membahas mengenai pernikahan mereka yang sudah siap sekitar 80%. Ia menyandarkan kepalanya pada Eve sambil menatap lurus ke depan. Bukannya tidak ikut bahagia, ia justru menjadi orang paling bahagia atas pernikahan ini.
105.9K viewsOngoingAdded to Library 134 Times as semi action
Read
+Library
Suami Sementara

Suami Sementara

"Baik, Mas. Terimakasih." Raihan tersenyum lagi." Sama-sama." Sepeninggal Raihan, Via merosot ke lantai, apa itu tadi? Jantungnya bekerja tidak baik. Tapi sungguh, dia terpesona melihat laki-laki itu dengan kondisi yang berbeda. ***** "Kau tampak bahagia, Rai." Grace muncul di belakang Raihan saat pria itu memilih motor yang akan dia pakai. Mungkin motor matic lebih cocok bagi wanita hamil.
1017.8K viewsOngoingAdded to Library 462 Times as semi action
Read
+Library
Greedy

Greedy

Naina memberikan jempolnya kepada Joy. *** "What?! Kamu udah gila?" Sella terkejut dengan ide gila yang diusulkan oleh Alex. "Ah, kamu terlalu lemah untuk bekerja sama denganku. Pantas saja kamu tidak bisa mendekati Rey sedetik pun," ucap Alex penuh olokan. Ia menempeleng pelan Sella, karena merasa gemas.
105.4K viewsCompletedAdded to Library 135 Times as semi action
Read
+Library
Wagiman

Wagiman

jawab Sari dengan penuh semangat. “Hehehehe,” aku hanya membalas dengan senyuman. “Kok senyum aja gak di aminin..!!” ucap Sari dengan cemberut. “Iyaaa ammmiin dong yang, semoga kita semakin langgeng,” jawabku dengan setengah hati.
9.29.2K viewsOngoingAdded to Library 304 Times as semi action
Read
+Library
Sisa Rasa

Sisa Rasa

Pria itu mengenakan kemeja putih yang digulung lengannya hingga siku. Wajahnya datar tanpa senyum. “Ren,” sapa Selin pelan, suaranya hampir tenggelam diantara suara klakson kendaraan yang lewat. Rendra hanya mengangguk kecil. “Silahkan masuk,” katanya singkat, lalu mundur sedikit agar Selin bisa lewat. Tidak ada sapaan balik. Tidak ada senyum. Hanya anggukan itu.
10832 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as semi action
Read
+Library
Alice

Alice

Jangan memandang seseorang dengan sebelah matamu Tapi pandanglah seseorang dengan kedua matamu ---------:--------- Angle wing memarkirkan mobil mereka di depan gerbang sekolah, nampak gerbang sudah terkunci rapi dan lapangan sudah sangat sepi. Mereka keluar dari mobil, memikirkan cara agar mereka bisa masuk kesekolah. "Bolos aja yok" ucap Auri sambil melihat kearah lapangan yang sangat sepi.
105.9K viewsOn holdAdded to Library 201 Times as semi action
Read
+Library
Seamin Tak Seiman

Seamin Tak Seiman

"Sean! Kamu mau ke sana lagi?" Seorang gadis berhijab putih panjang berlari menghampiri Sean yang tengah berjalan-jalan, memaka pakaian rajut yang menutupi lehernya. Kedua telapak tangannya ia masukkan ke dalam kantung celana. "Assalamualaikum, Bella. Salam dulu," peringat Sean yang terus berjalan dengan tatapan datar. "Eh iya lupa, assalamualaikum, Sean."
104.6K viewsOngoingAdded to Library 119 Times as semi action
Read
+Library
Summer Pieces

Summer Pieces

Sebuah chat masuk dari nomor yang tidak kukenal. TETAP JAGA DIA. TERIMA KASIH. -HARRISON Harrison Garret, memilih berdamai denganku. *** Tidak perlu susah menebak, sebab kami dengan cepat seperti biasa memutuskan ke Crossfire. Dengan Summer kali ini, lengkap, tidak seperti beberapa minggu lalu, ia kerap mencari alibi jika diajak berkumpul kemari. "Makan atau nyemil?" tanyaku padanya.
103.3K viewsOngoingAdded to Library 103 Times as semi action
Read
+Library
Choice

Choice

“Aku jadi nggak tega sama Reihan. Kita bilang aja sekarang ya.” “Berani ngomong sekarang artinya jadi pengkhianat. Alamat tidur di luar.” Adam hanya mampu nyengir kecut. Dia memberikan tanda damai dengan jari telunjuk dan tengah yang membentuk huruf V.
102.2K viewsOngoingAdded to Library 49 Times as semi action
Read
+Library
Kesengsem Ajudan Caem

Kesengsem Ajudan Caem

Meskipun tidak setinggi ketiga abangnya, tetapi tubuh Zikria sudah nyaris sempurna. Puluhan menit berlalu. Keduanya telah kembali berbaring di seprai kering. Zikria membaca semua pesan pribadi yang masuk ke ponsel cashing merah. Sedangkan Asmiratih menghafal naskah sembari berlakon tengah berhadapan dengan lawan mainnya. "Kurang ajar!" geram Asmiratih, sebelum melakukan gerakan seolah-olah tengah menampar seseorang.
101.3K viewsCompletedAdded to Library 26 Times as semi action
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status