Menerjemahkan lirik 'Blue Jeans' Lana Del Rey itu seperti mencoba menangkap kabut dengan tangan—penuh nuansa yang sulit diungkapkan. Lagu ini bercerita tentang cinta yang obsessive, dengan metafora seperti 'Blue jeans, white shirt' yang jadi simbol kesederhanaan sekaligus ketergantungan. Aku memilih kata 'Celana jins biru, kaus putih polos' untuk menjaga kesan visualnya, sementara frasa 'I will love you till the end of time' kubuat jadi 'Akan kucintaimu sampai akhir zaman' agar terdengar lebih puitis. Bagian favoritku adalah terjemahan 'You went out every night' menjadi 'Kau keluar tiap malam'—sederhana tapi menusuk, persis seperti vibe Lana.
Yang tricky adalah menangkap kesan vintage dan melankolisnya tanpa kehilangan makna. Misal, 'It’s love, it’s a curse' jadi 'Ini cinta, ini kutukan' terdengar lebih dramatis tapi sesuai karakter lagu. Aku juga menghindari terjemahan literal untuk 'My old man is a bad man' dengan memilih 'Lelakiku brengsek', biar lebih natural dalam percakapan sehari-hari. Proses ini membuatku semakin menghargai bagaimana Lana menyulam kata-kata sederhana jadi kisah yang menggigit.