Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ibu Kost yang menggoda

Ibu Kost yang menggoda

Kenangan itu datang bukan lewat ingatan biasa—lebih kayak gelombang dingin yang merayap dari ujung tulang belakang Ravika, menampar kesadarannya sampai ia terdiam. Hutan di sekitar memudar, suara Darman menghilang, dan dunia retak kayak kaca film lama yang pecah pelan-pelan. Tiba-tiba Ravika kembali ke masa lima tahun lalu.
6.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai recollection
Baca
+Pustaka
Lenyap Bersama Kenangan

Lenyap Bersama Kenangan

Aku tersenyum pelan, “Ingat, tapi sudah berlalu.” Dia terkejut, “Berlalu …?” “Iya,” jawabku tenang, lalu melanjutkan, “Itu semua memang indah, tapi hanya tinggal kenangan.” Dia langsung menggenggam tanganku, berkata, “Lovina, aku sudah tahu salah. Tapi setelah diselidiki, ternyata malam itu aku nggak pernah menyentuh Yolanda, bahkan setelah menikah pun tidak. Tolong, beri aku satu kesempatan lagi, kita mulai semuanya dari awal lagi, ya?”
13.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 444 kali sebagai recollection
Baca
+Pustaka
Pagi yang Enggan Kembali

Pagi yang Enggan Kembali

Sialnyq, pikiran Ria pun membujuk untuk menanggapi itu. Maka bermunculanlah riuh gemuruh yang satu per satu mengetuk ingatannya. Sebuah percikan listrik seperti menular ke titik-titik lain, merangkai mengantarkan pada sebuah memori. Seperti ada seruan akan adanya hal yang mengganggu dan meminta diselesaikan malam itu juga. Ria mencoba memejamkan matanya, tapi usikan itu kian jelas.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai recollection
Baca
+Pustaka
Days to Remember

Days to Remember

Dialah awal dari kisahku dimulai. Obrolan kami menjadi obralan kenang saat aku memulai untuk mengingat dan mengenang kenangan lama. Bagaimana aku bisa jatuh dalam pelukannya dan kini malah bersembunyi di balik kapas putih dingin yang menyelemuti jalanan raya. Bagaimana pada akhirnya aku bisa tenggelam dalam lukisan senja berpadu wangi musim gugur yang menenangkan. Sempat terbersit bahwa itu semua karena izin dan kuasa Allah dan kegigihannya dalam memperjuangkan diriku dan masa depan hari ini.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai recollection
Baca
+Pustaka
RETAK

RETAK

Dia masih ingin menikmati masa sendirinya. Merenungi banyak hal, terutama kegagalan dalam menjalin hubungan percintaan. Selalu saja gagal saat keduanya akan menuju proses ke pelaminan. Sudut bibir Vitaloka tertarik ke atas membentuk bulan sabit. Sorot matanya tampak mendung. Hatinya kembali terasa sakit mengingat pengkhianatan yang dilakukan oleh Sebastian. Vitaloka memejamkan mata, berharap ingatan tentang masa lalu itu seketika lenyap. Dia tidak ingin mengingatnya, tetapi semakin berusaha dihalau. Malah semakin melekat.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai recollection
Baca
+Pustaka
The Memories (BAHASA)

The Memories (BAHASA)

*** Icha’s Current POV Icha tidak tahu berapa lama dia pingsan, saat dia terbangun, hari sudah sore dan dia berada di kamarnya sendiri. Kekagetannya tidak berhenti sampai di situ, di samping ranjangnya sudah ada baki makanan yang masih tertutup, dengan memo di atasnya. Get well soon! Don't stress too much, and eat your meal properly. You're allowed to skip the class until you're fully recovered.
1012.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 442 kali sebagai recollection
Baca
+Pustaka
Kembali Ke Masa Lalu

Kembali Ke Masa Lalu

"Come on, Tar. Move on dong. Dia hanya udah milih jalan hidupnya. kau harus menghapus semua kenangan tentangnya, wanita di luar sana banyak, tidak hanya dirinya. Lebih baik hapus fotonya, kalau dia ingin kembali jangan pernah terima.—ucap Taro berbicara pada dirinya sendiri. Dia menghidupkan komputernya itu. Menunggu beberapa menit untuk hidup dan akhrnya dia mulai mencari dimana letak fotonya itu. Tanpa menunggu lama dia langsung menekan crtl+a dan delete. Taro bisa menghilangkan semua jejak dari orang itu. Dia ingin memulai semua aktifitasnya lagi tetapi dia tidak bisa dan masih terkurung dari kesedihannya itu. Beberapa jam kemudian ada yang mengetuk pintu dari rumah Taro.
105.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 176 kali sebagai recollection
Baca
+Pustaka
Mémoire

Mémoire

Semua orang tentu saja tidak bisa mengerti tentang kecemburuannya, kondisi amnesia Liam membuat pria itu tidak menyadari siapa Sèanne dan apa hubungan mereka di masa lalu. "Kau mungkin belum mengetahuinya, maka biarkan aku memberitahumu. Sejak kecelakaan beberapa tahun Liam kehilangan sebagian ingatannya. Dia sama sekali tidak mengingat Sèanne atau bahkan aku. Ini merupakan keberuntunganku, aku bisa memilikinya meski harus melihat Sèanne tersiksa dengan kemesraan kami." Ruby memghentikan kalimat untuk menyesap kembali whiskey di gelasnya.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai recollection
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status