Kebangkitan Sang Putri Terbuang
“Nona… ini peninggalan Nyai Shen Yulan. Ada nama-nama yang tak boleh disebut sembarangan. Hati-hati…”
Lin Yuexi membuka gulungan itu. Tinta sudah memudar, namun nama-nama itu masih terbaca jelas. Saat matanya tertumbuk pada satu nama tertentu, darahnya bergemuruh. Tangannya bergetar, lalu mengepal erat.
“Dia…?!” bisiknya, suara nyaris parau oleh amarah.
Qingyan maju selangkah. “Siapa, nona?”