Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Not A Perfect Marriage

Not A Perfect Marriage

Winter sendiri saja tidak memahami perasaannya saat ini. ***
103.6K viewsOngoingAdded to Library 93 Times as unapologetically
Read
+Library
REUNI

REUNI

Mengusap wajah seperti orang frustrasi, lalu meraba dadaku yang masih berdegup kencang setelah kejadian tadi. "Aku salah," gumamku putus asa. Menutup wajah dan jatuh tertelungkup di bantalan sofa. Aku sukses menjadi pelakor sekarang. Predikat yang paling dibenci oleh nyaris seluruh wanita di dunia. Bagaimana ini? Rasanya aku sudah tidak bisa tertolong lagi. ***
1015.7K viewsCompletedAdded to Library 345 Times as unapologetically
Show Reviews (11)
Read
+Library
Yuli F. Riyadi
Halooo, Selamat Datang di Goodnovel. Ini cerita keempatku di sini. Semoga kalian suka membaca kisah Wina-Tama-Giko-Danar. Mereka akan menemani kalian tiap hari hingga tamat. Yuk! ramaikan dan jangan lupa tinggalkan review lima bintang .........
arwa
biasanya aku kurang suka baca cerita yg ceritanya cuma dr sudut pandang satu doang,,,tp ini lain,rasanya harus lanjut baca terus,bagus si,sayang nemu cerita ini baru,,,, habis ini enaknya lanjut cerita yg mana kak??
Read All Reviews
YOU

YOU

Aluna menyudahi bacaannya dan menutup Qur’an itu. Ia dekap Qur’an itu sambil berbisik “Ya Allah, jika memang ini yang terbaik untukku, aku mohon, hilangkan perasaan ini dari hati ku. Aku mohon, bantu aku melupakannya, bantu aku menyembuhkan luka tak kasat mata ini. Aku mohon, Ya Allah, bantu aku dalam melewati ini semua. Sungguh, perasaan ini begitu menyiksa, rasanya begitu sakit di dalam dada. Ampuni aku Ya Allah, ampuni aku karena telah begitu dalam ketika mencintai salah satu hambaMu.” Aluna berkata lirih sambil terus mendekap erat mushaf nya, air matanya terus mengalir, dadanya terasa begitu sakit, sesak hingga membuatnya kesulitan bernafas. Hatinya seolah terkoyak oleh beribu pisau tak
2.4K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as unapologetically
Read
+Library
Kesalahan yang Tak Terhindarkan

Kesalahan yang Tak Terhindarkan

ucap Ana pada dirinya sendiri. Dia bahkan tidak bisa menahan hasratnya sedikitpun untuk tidak melakukan hal itu. Entah apa yang Novan lakukan padanya. Setiap melihat kedua bola mata Novan yang memandangnya penuh hasrat, membuat diri Ana bergetar. Seakan terperangkap, dia tidak dapat lepas dari permainan Novan dan lupa diri. Semakin Novan menariknya, semakin ia menginginkannya pula. “Ini tidak baik untukku,” umpat Ana pada dirinya sendiri lagi. Namun sisi lain dirinya tidak dapat berbohong, bahwa dia pun menyukai hal itu. Malam tersebut Ana habiskan dalam keadaan yang penuh dengan penyangkalan. ***
107.8K viewsOngoingAdded to Library 156 Times as unapologetically
Read
+Library
Unexpected Surprise

Unexpected Surprise

ucap Allura frustasi, ia kemudian mengacak rambut nya asal saking gemasnya dengan Alhena. "Ya Maaf, aku gak fokus soalnya, makanya kalau ngomong tuh yang jelas." "Oke aku kalah," Allura mengangkat tangan. "Gitu dong, ahahaa kan makin kyud." goda Alhena. Byarrr!
103.4K viewsOngoingAdded to Library 112 Times as unapologetically
Read
+Library
UNPLACED

UNPLACED

“Belum, Teh. Nanti akan ada karantina terus preliminary buat menjaring siapa-siapa yang masuk 10 besar. Nanti diumumkan di panggung. Selebihnya unplaced, deh.” “Unplaced?” Vika tidak benar-benar bertanya, tetapi ingin memastikan saja. Pasalnya, jika diartikan secara harafiah, kata itu berarti tidak ada tempatnya. “Ya, artinya mereka nggak kepilih. Cuma tepuk tangan doang di belakang.” Nah, berarti artinya sesuai yang seperti Vika pikirkan. “Kalau mau menang, harus apa atuh?”
103.0K viewsOngoingAdded to Library 77 Times as unapologetically
Read
+Library
Unexpected

Unexpected

Helena membatin dan mengepalkan kedua tangannya yang tergantung di sisi pinggulnya. Bukannya mengindahkan protes yang didengarnya, Hans malah terbahak. “Apa pun yang kamu katakan untuk membelanya, tetap saja tidak akan mengubah kenyataan atau penilaianku. Aku hanya berkata apa adanya, tentunya sesuai dengan keadaan yang terlihat oleh mataku. Walau kita bersahabat, kamu tidak berhak mengatur kata-kata yang ingin mulutku lontarkan,” balasnya tak mau kalah.
9.838.2K viewsCompletedAdded to Library 802 Times as unapologetically
Read
+Library
UNACCEPTED

UNACCEPTED

Atau lebih parahnya Nessa akan menangis kencang sampai membuat Regar bingung bagaimana cara menenangkannya. Namun, rupanya Regar salah. Dari nada bicaranya, Nessa terlihat masih santai. Regar pun menoleh pada Nessa. Benar saja, tidak ada ekspresi marah sedikitpun di wajah cewek itu. Syukurlah kalau Nessa memang tidak marah, Regar tidak perlu repot – repot untuk meminta maaf. “Salah sendiri mosting foto gue tanpa izin dari gue. Lo tau sopan santun gak, sih?”
1.8K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as unapologetically
Read
+Library
SPERANZA

SPERANZA

kata Speranza tanpa ekspresi. Xaviera menyentuh bahu Speranza dengan lembut. "Flavia, kenapa kamu selalu melakukan apa yang kamu inginkan? Mengapa kamu tidak pernah memikirkan orang lain?" tanya Xaviera dengan lembut. Speranza tersenyum miring. "Kau ingin tahu jawabannya?" tanya Speranza yang diangguki oleh Xaviera. "KARENA AKU ADALAH SEORANG PSIKOPAT!!"
102.7K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as unapologetically
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status