Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Legenda Tongkat Semesta Bagian 2

Legenda Tongkat Semesta Bagian 2

Dari kejauhan, Sadjiman datang dengan tergopoh-gopoh karena kelelahan setelah melakukan perjalanan jauh. ** Maaf kesalahan penulis tempo hari salah menyebut nama di mana seharusnya Dhanang menjadi Sadjiman. Sadjiman adalah pendekar Elit yang menjemput Bawana, sementara yang menjemput Samhu bernama Dhanang. Sudah diedit namun masih menunggu waktu, jika pada aplikasi sudah muncul, maka pesan ini akan penulis hapus. ** Tetapi apa boleh buat, meski lelah, situasi sekarang sedang dalam perang membuat Sadjiman tidak memiliki pilihan.
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai simpang dago
Baca
+Pustaka
DENDAM IBU TIRI

DENDAM IBU TIRI

Hari pernikahan Dygta dan Eliza Pagi ini Eliza akan dipersunting oleh Dygta, lelaki pilihan papanya yang sudah menginginkan Eliza menikah. Dygta adalah seorang pengusaha muda yang sukses. Sayang, kisah percintaannya selalu berakhir dengan perceraian. Tiga kali menikah dan semuanya berakhir karena KDRT. Dygta memiliki emosional yang di luar lelaki kebanyakan, terlebih saat ia sedang merasa cemburu pada pasangannya. Dan salah satu teman baik Mihran, adalah salah satu korbannya.
5.58.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 272 kali sebagai simpang dago
Baca
+Pustaka
Yang Tak Kunjung Padam

Yang Tak Kunjung Padam

Dan di belakang mereka, muncullah Bisma-dengan senyum berlesung pipi yang khas. "Seperti janjiku kemarin," katanya ringan, "aku datang untuk minta izin langsung pada bibimu." "Siapa itu, Naw?" suara Bi Laila terdengar dari dapur, disusul langkahnya yang bergegas ke depan. Begitu melihat sekelompok tamu asing di ruang tamunya, perempuan paruh baya itu spontan mengerutkan kening. "Assalamualaikum, Bi," sapa Bisma sambil menyalami Bi Laila sopan.
1018.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 468 kali sebagai simpang dago
Baca
+Pustaka
Dia Gampang Dibujuk

Dia Gampang Dibujuk

Pemimpin mafia yang di mata orang luar selalu tampak gemilang itu, kini mengenakan kemeja hitam penuh kerutan, berdiri di depan toko bungaku dengan tubuh basah kuyup. Dagu dan rahangnya dipenuhi janggut tipis kehitaman. Rongga matanya cekung. Tatapan yang dulu setajam pisau, kini hanya menyisakan kelelahan yang pekat dan semburat merah darah. Dia terlihat seperti seekor anjing liar yang ditinggalkan seluruh dunia. Franklin sudah tertidur. Aku membukakan pintu untuknya.
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai simpang dago
Baca
+Pustaka
SANG KAPTEN

SANG KAPTEN

Doorrr . BERSAMBUNG
1027.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai simpang dago
Baca
+Pustaka
Dendam Sang Pewaris

Dendam Sang Pewaris

Suasana pagi terasa tegang di rumah persembunyian yang sempit. Hujan semalam meninggalkan jejak genangan air di luar, membasahi jalan-jalan berbatu yang dipenuhi dengan bau lembap. Dimas duduk di dekat pintu dengan tatapan kosong, sementara Anisa dan wanita yang telah menolong mereka, yang bernama Ibu Maimunah, berada di sisi Satria yang sedang beristirahat.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai simpang dago
Baca
+Pustaka
Kita Bertemu di Korea

Kita Bertemu di Korea

Gadis itu menanyakan berbagai hal tentang kebiasaan Samiya dan lainnya. *** Keesokan pagi setelah selesai sarapan, Kim Tae Ho mengajak Samiya ke tempat wisata terkenal di Daegu yang bernama Apsan Park. Sebuah taman terletak di gunung Apsan yang memiliki tinggi 600 meter. Letak Apsan Park berdekatan dengan dua gunung lainnya, Sanseong-san dan Daedeok-san. Selain melihat keindahan pemandangan alam di wilayah Namgu dengan berjalan kaki, para wisatawan juga bisa menggunakan cable car untuk menikmati indahnya kota Daegu dari ketinggian.
107.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 198 kali sebagai simpang dago
Baca
+Pustaka
Dendam Seorang Janda

Dendam Seorang Janda

kata Tia. Sabrina senang sekali dengan sepatunya, dia nampak bahagia. Tia juga membelikan baju untuk Mira, Budi dan Sabrina. Setelah itu mereka mengajak Sabrina ketempat bermain. Sabrina memainkan banyak sekali permainan. Karena sudah siang jadi mereka mencari tempat makan. Budi dan Mira tampak bingung saat disuguhi buku menu oleh pelayan. Mereka biasa makan nasi rames pakai telur dadar. Sekarang menunya aneh-aneh ada spagety, burger, ternyata dilembar yang lain ada menu yang sesuai selera mereka namun harganya 3 kali lipat dikampung mereka.
1010.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 415 kali sebagai simpang dago
Baca
+Pustaka
Dendam yang Tak Terlupakan

Dendam yang Tak Terlupakan

Ia hanya sibuk menyesap wine miliknya lagi. "Kemenangan yang luar biasa, Bos," sapa Damar dengan senyum yang dipaksakan dan dibuat-buat ramah. Ia pura-pura tidak tahu siapa Jevan sebenarnya. "Saya Damar. Saya melihat Anda bermain. Boleh saya bergabung untuk satu putaran?" tanya Damar lagi. Jevan menoleh. Matanya meneliti Damar dari atas ke bawah. "Terserah," jawab Jevan singkat dan dingin. "Tapi taruhannya akan naik,"
736 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai simpang dago
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status