Ada sesuatu yang menarik tentang bagaimana orang bisa terjebak dalam permainan emosional dengan tipe playboy. Dari pengalaman, kuncinya adalah mengenali pola mereka sejak awal. Playboy biasanya punya modus operandi yang seragam: perhatian berlebihan di awal, janji manis, lalu menghilang begitu merasa bosan. Aku pernah terpikat oleh seorang yang seperti itu, dan yang menyelamatkanku adalah teman-teman yang mengingatkan untuk tidak terlalu cepat percaya.
Sekarang, aku selalu memberi jarak pada orang yang terlalu sempurna di awal. Membangun pertemanan dulu, mengobservasi konsistensi mereka, dan tidak terburu-buru memberi akses penuh ke kehidupan pribadi. Playboy itu seperti kupu-kupu—mereka tak bisa bertahan di satu bunga terlalu lama. Jadi, biarkan mereka terbang sendiri sebelum sempat meninggalkan luka yang dalam.