SISI LIAR JANDA SUAMIKU
“Kalau masak makanya pakai hati, ikhlas, dan tulus. Biar enak.”
“Sudah lo, Mak. Tetep aja gak seenak masakan Emak.”
“Ya memang tanganmu yang gak punya bakat masak.”
Aku tertawa membayangkan adegan itu, kutatap wajah Emak yang mulai keriput, rambutnya yang mulai memutih, lalu pandangi jemari Emak, jemari itulah yang pernah berjuang mencarikan nafkah untukku, mencari biaya sekolahku tanpa mengeluh. Emak sangat kuat, bisa bertahan sampai sekarang, bahkan beliau mempunyai simpanan uang yang banyak. Baru-baru ini aku memergoki Emak membayar pajak tanah beberapa hektar, yang ternyata baru beliau beli. Hebat sekali Emak bisa menyembunyikan semua itu sendirian.
Hot Chapters