Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Legenda Dewa Cahaya

Legenda Dewa Cahaya

tanya Lin Muya. "Jadilah tunggangan kami. Yuang Shi pernah memberitahuku, di kota Naga Azure ini ada satu tempat yang menjual banyak bahan obat," kata Bara Sena. Lin Fengsi dan Lin Muya saling pandang. "Apakah hanya itu saja tuan?" tanya Lin Muya tak percaya. Bara menganggukkan kepalanya. "Tentu saja. Aku hanya butuh tunggangan sekaligus seperti yang kalian katakan tadi, pengawalan." kata Bara.
1075.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai tempat jual tuyul
Baca
+Pustaka
Setelah Hujan Bulan Desember

Setelah Hujan Bulan Desember

Mereka harus membeli cukup banyak agar adil dapatnya. “Bang kalau beli banyak bisa di antar ke tempat?” tanya Angga. “Karena mobil saya udah penuh!” “Oh kemana Pak?” tanya penjual yang Nampak berumur itu. “Ke Blang Bintang, Yayasan Mata Hati!” terang Angga. “Oh boleh Pak kalau banyak! Tapi saya tanya ke cucu saya dulu!” laki-laki itu menemui cucunya yang sedang membersihkan salak di belakang pondok mereka. Cucunya langsung mau.
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai tempat jual tuyul
Baca
+Pustaka
Perempuan Rahasia Suamiku

Perempuan Rahasia Suamiku

Selain postingan jualan tak ada postingan yang lainnya, kulihat pertemanannya, ada nama Naima Wardani, seorang perempuan cantik tengah duduk di atas bebatuan. “Benar ternyata ini mereka. Semoga aku menemukanmu, Wulan.” Kucatat alamat yang ada di banner foto itu dengan menggunakan g****e map agar sampai di tujuan. Perlahan tapi pasti, mobil melaju dengan pelan, sambil tengok kanan dan kiri. Kali saja aku melihat mereka di sini. “Toko Ranu, menjual aneka baju serta perlengkapan muslim dan muslimah, kualitas terjamin, harga bersaing.”
10178.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.8K kali sebagai tempat jual tuyul
Baca
+Pustaka
PULANG KAMPUNG

PULANG KAMPUNG

Lagipula aku tak kenal, rasanya sungkan kalau tiba-tiba nimbrung meski kuyakin mereka sedang membicarakanku. Jelas sekali jika yang mereka obrolkam adalah aku. Rumah ibu memang berdampingan dengan rumah Pak Ahmad, aku pun jualan online, baru pulang dari Jakarta pula dan memang baru aku yang memiliki mobil alphird di kampung ini. "Apa ada yang sudah buktikan kalau mereka piara tuyul?"
10100.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai tempat jual tuyul
Baca
+Pustaka
Sang Villainess Ingin Bikin Baby Dulu, Balas Dendam Kemudian

Sang Villainess Ingin Bikin Baby Dulu, Balas Dendam Kemudian

Suaranya terdengar lebih tipis dibanding suara asli Dylan yang rendah dan serak. “Aku sudah janjian dengan Merri untuk bertemu di bawah pohon di Danau Hijau.” Itu adalah area yang jarang dikunjungi orang, sekaligus jalan tikus untuk keluar dari istana seperti yang diungkapkan oleh Tuyul Berbicara tentang Tuyul, dia telah pergi ke kasino duluan untuk memastikan bagaimana Mbayul bertahan. Dia mengatakan kalau mereka bisa berkomunikasi dengan telepati, namun hanya dengan jarak sepuluh meter. Dengan begitu, Tuyul bisa memberitahu Mbayul untuk segera keluar ketika pintu terbuka.
1020.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 758 kali sebagai tempat jual tuyul
Baca
+Pustaka
Legenda Tang Hu

Legenda Tang Hu

Kota Changyang. Tang Hu tidak peduli dengan berita panas tentang Keluarga Chu yang memiliki Putri Jenius tak tertandingi. Dia keluar dari tempat penjualan dan pembelian persenjataan. juga melayani penjualan dan pembelian sumber daya. Tang Hu baru saja menjual Semua binatang buas yang dia miliki dan hal tersebut membuat petugas yang melayani penjualan Tercengang tidak dapat berkata - kata.
9.1146.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.8K kali sebagai tempat jual tuyul
Baca
+Pustaka
Bayi Bungkus (Aku Terlahir dengan Mata Batin) (INDONESIA)

Bayi Bungkus (Aku Terlahir dengan Mata Batin) (INDONESIA)

B a y i B u n g k u s TUYUL 🔲🔳🔲🔳 Kabar itu menjadi konsumi ibu-ibu gang-gang sempit, bahkan bapak-bapak sembari memandikan burung di teras rumah. Sudah jadi rahasia umum, di era moderen seperti saat ini, keberadaan tuyul masih dibudidayakan. Entah benar atau tidak, kabar itu berembus begitu capatnya. Salah satu pedagang di pasar induk diyakini memelihara tuyul. Bagaimana bisa begitu? Kondisi perekonomiannya dengan casing luar tampilan serta gaya hidupnya tak selaras. Dia hanya berdagang lontong pecel, tetapi memiliki rumah yang besar. Mobil dua. Perhiasan yang hampir seperti gerbong kereta di tangannya, berjajar.
1011.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 401 kali sebagai tempat jual tuyul
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status