Solomon Legacy
“Apa yang harus kujawab? Seperti biasa saja. Kamu menginap ditempatku.”
“Terimakasih Bang.” Tarun merasa lega.
“Tapi dengar Nak, kamu berhutang penjelasan padaku.”
Tarun mendesah, lalu menjawab malas, “Iya…”
Motor terus melintasi jalan, dengan kecepatan sedang, angin meniup riuh menambah kantuk Tarun semakin menjadi-jadi. Namun, dia harus bertahan. Tarun tahu, perlintasan mengambil energinya cukup besar dan sepertinya tidur seharian adalah solusi terbaik untuk tubuhnya. Pikirannya teringat pada ucapan Rain sebelumnya. Solomon legacy, warisan solomon, dan kepalanya makin terasa sakit. Rasanya dia menyesal karena berurusan dengan masalah terus menerus.
Sikat na Kabanata