Ada sebuah fenomena menarik dalam cerita romantis yang sering muncul di drama Korea atau novel-novel populer akhir-akhir ini: pasangan yang tiba-tiba menikah karena alasan pragmatis, biasanya dengan seseorang yang bukan pilihan hati awal. Konsep ini sering disebut 'pernikahan pengganti' atau 'kontrak nikah', dan biasanya melibatkan tokoh utama yang terlibat dalam hubungan palsu karena tekanan keluarga, kebutuhan finansial, atau bahkan balas dendam.
Yang bikin seru adalah dinamika hubungan yang berkembang dari awalnya cuma formalitas jadi sesuatu yang lebih dalam. Misalnya, di drama 'Marriage Contract', sang perempuan butuh donor hati untuk anaknya, sementara sang pria butuh warisan. Tapi lambat laun, mereka mulai saling mencintai. Ini menunjukkan bagaimana pernikahan bisa jadi awal dari sebuah perjalanan emosional yang nggak terduga, meski awalnya cuma transaksi.