Desahan di Kamar Pembantu
"Dia cuma mainan aku, kalau Bara sibuk dan—"
“Diam!” Tiara membentak, membuat Bella terlonjak. “Mengerti kamu? Itu cuma alasan bodoh yang dibuat perempuan-perempuan tidak tahu diri!”
Tiara berjalan mondar-mandir dengan napas tersengal, amarahnya belum surut. “Bara Rahadian itu bukan sembarang laki-laki. Dia bukan suami yang bisa kamu perlakukan semena-mena! Dia punya nama besar, bisnis raksasa, dan kekuasaan! Sekali dia mau… dia bisa jatuhin semua orang, termasuk kamu!”